Follow detikFinance
Rabu 05 Oct 2016, 17:58 WIB

Sidang Kartel Harga Motor Matic, KPPU Hadirkan Bos Kawasaki Sebagai Saksi

Muhammad Idris - detikFinance
Sidang Kartel Harga Motor Matic, KPPU Hadirkan Bos Kawasaki Sebagai Saksi Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) kembali menggelar sidang lanjutan atas dugaan kartel harga motor matic yang dilakukan 2 pabrikan otomotif raksasa, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan PT Astra Honda Motor (AHM).

Pada sidang yang digelar kelima kalinya ini, KPPU menghadirkan saksi dari PT Kawasaki Motor Indonesia (KIM). Meski tak memproduksi motor skutik, pemanggilan Kawasaki sebagai saksi ini lantaran produsen motor ini juga menjadi anggota AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia).

"Kita ingin tahu konsep bisnisnya, kan konsep bisnisnya sama hanya produk saja berbeda. Termasuk kenapa dia nggak bikin di Indonesia, kan di Eropa dia buat skutik," kata Helmi Nurjamin, anggota investigator KPPU saat persidangan di kantor KPPU, Jakarta, Rabu (5/10/2016).

General Director PT Kawasaki Motor Indonesia, Marzal Tirtadirdja mengungkapkan, kesediaan Kawasaki menjadi saksi dugaan kartel harga Yamaha dan Honda ini lantaran pihaknya mencoba patuh pada UU Persaingan Usaha.

"Menurut UU harus hadir kalau dipanggil. Yang dipanggil presiden (CEO Kawasaki), tapi presiden kurang tahu daripada yang di lapangan," jelas Marzal.

Dia menjelaskan, Kawasaki tidak memproduksi matic meski perusahaannya juga menjual motor skutik di Eropa. Namun, motor matic tersebut diproduksi oleh pabrikan Taiwan, Kymco, dan dijual dengan merk Kawasaki.

"Bahkan induk perusahaan di Jepang tidak membuat skuter matic. Karena itu kami tidak mempunyai teknologi untuk membuat skuter matic," kata Direktur Marketing dan Pemasaran, Toshio Kuwata menambahkan.

Sidang kali ini merupakan sidang kelima terkait dugaan pelanggaran Pasal 5 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat dalam Industri Sepeda Motor Jenis Skuter Matik 110-125 cc di Indonesia.

Kasus ini bermula saat KPPU menerima laporan kenaikan harga motor matic yang dianggap tak wajar setiap tahunnya. Kenaikan ini diduga sebagai kesepakatan antara 2 produsen penguasa pangsa pasar matic terbesar di Indonesia yakni Honda dan Yamaha. (drk/drk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed