Menurut Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin, ada satu anak usaha yang telah beroperasi dari 2011 lalu dan hari ini berganti logo, yaitu PT Angkasa Pura Solusindo.
Hadir dalam acara peluncuran antara lain Dirut Angkasa Pura Property Wisnu Rahardjo, Dirut Angkasa Pura Kargo Deny Fikri, dan Dirut Angkasa Pura Solusindo Maulidin Wahid Hondre.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anak usaha Angkasa Pura Kargo dibentuk untuk memperluas layanan kargo dan jalur distributor. Dirut Angkasa Pura Kargo, Deny Fikri mengatakan, nantinya Angkasa Pura Kargo akan bermitra dengan yang lainnya, bukan menjadi pesaing dengan yang sudah ada.
"Layanan kargo sudah dilakukan pada 5 tahun sebelumnya pada 2007 di mana dilakukan penyelenggara kawasan kargo. Seiring dengan rencana itu untuk memperluas pelayanan itu maka dibentuklah induk usaha ini," kata Deny.
Ia ingin menjadi penyedia layanan logistik dan kargo di kawasan logistik yang terintegrasi di kawasan 13 bandara yang dikelola AP 2. Dengan demikian bisa menjadi hub atau tempat transit.
"Kalau kita lihat Bandara Soetta sudah menjadi gerbang utama di Indonesia terutama untuk kargo. Kalau kita lihat hampir semua transit cargo ada di Bandara Soetta jadi alangkah pentingnya bagi kami ingin menjadi penyedia layanan logistik dan kargo di kawasan bandara yang terintegrasi dan menjadi yang terbaik di kawasan," kata Deny.
"Kami sebut kawasan kita tidak berkompetisi dengan Bali, Medan, tapi akan berkompetisi dengan Changi (Singapura), Bangkok, Kuala Lumpur. Cita-cita kita belum menjadi hub atau transit. Itu lah tujuan yang dijadikan cita-cita ini," kata Deny.
Sementara itu, pengembangan anak usaha Angkasa Pura Propertindo ditujukan untuk kawasan bisnis di wilayah bandara. Nanti akan ada hotel yang dibangun, salah satunya di Bandara Soekarno-Hatta dan Kualanamu.
"Kami berkomitmen kita mencoba pengembangan industri di kawasan bandara, tujuan akhirnya dapat memberikan nilai tambah," kata Wisnu. (ang/ang)











































