"Sebenarnya waktu itu tidak begitu penting kurang dari 3 hari," kata dia ditemui di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (7/10/2016).
Ia membandingkan dengan pengalamannya di pelabuhan negara lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun punya pertimbangan sendiri perihal waktu bongkar muat itu. Menurutnya, kecepatan pemeriksaan tidak boleh mengorbankan prinsip kehati-hatian.
"Ada satu kondisi yang harus disadari, ada satu trade off yang diperhitungkan agar barang-barang yang masuk barang-barang tertentu yang membahayakan harus kita awasi dengan baik. Kita juga tak mau nge-press bahwa ada barang-barang yang tidak diinginkan masuk," tandasnya. (dna/dna)











































