85.000 Orang Mogok Massal di Pelabuhan Muara Baru

85.000 Orang Mogok Massal di Pelabuhan Muara Baru

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Senin, 10 Okt 2016 13:35 WIB
85.000 Orang Mogok Massal di Pelabuhan Muara Baru
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Mogok massal terjadi di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, di Muara Baru, Jakarta Utara. Seluruh industri perikanan di pelabuhan yang biasa disebut Pelabuhan Muara Baru itu menghentikan kegiatan operasionalnya.

Totalnya ada 85.000 orang yang terlibat dalam mogok kerja ini mulai dari pengusaha, nelayan, anak buah kapal, hingga pekerja pabrik pengolahan ikan. Sejak Senin pagi di deretan pabrik pengolahan ikan terpasang spanduk bertuliskan 'Kami Tutup Operasional' dengan tulisan berwarna merah.

Pemicu mogok massal karena dibatasinya masa sewa selama 5 tahun yang tadinya selama 20 tahun. Selain itu tarif sewa lahan di Pelabuhan Muara Baru naik drastis hingga 450% selama 5 tahun ke depan.
Suasana mogok massal di Pelabuhan Muara BaruSuasana mogok massal di Pelabuhan Muara Baru

"Kenaikan sewa itu dilakukan secara bertahap per semester. Tapi bahwa itu istilahnya strategi Perindo. Sehingga di 2020 akumulasi 450%," jelas Ketua Paguyuban Pengusaha Perikanan Muara Baru (P3MB) Tachmid Widiasto di Gedung Lama UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Jakarta Utara, Senin (10/10/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lebih dari 70 perusahaan ikut tutup berpartisipasi. Kapal juga ikut tidak beroperasi mereka tidak melaut lagi. Kerugian untuk kapal kalau 1.600 kapal kali 100 ton bisa dibayangkan sangat besar," lanjut Tachmid.
Suasana mogok massal di Pelabuhan Muara BaruSuasana mogok massal di Pelabuhan Muara Baru
(hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads