Totalnya ada 85.000 orang yang terlibat dalam mogok kerja ini mulai dari pengusaha, nelayan, anak buah kapal, hingga pekerja pabrik pengolahan ikan. Sejak Senin pagi di deretan pabrik pengolahan ikan terpasang spanduk bertuliskan 'Kami Tutup Operasional' dengan tulisan berwarna merah.
Pemicu mogok massal karena dibatasinya masa sewa selama 5 tahun yang tadinya selama 20 tahun. Selain itu tarif sewa lahan di Pelabuhan Muara Baru naik drastis hingga 450% selama 5 tahun ke depan.
Suasana mogok massal di Pelabuhan Muara Baru |
"Kenaikan sewa itu dilakukan secara bertahap per semester. Tapi bahwa itu istilahnya strategi Perindo. Sehingga di 2020 akumulasi 450%," jelas Ketua Paguyuban Pengusaha Perikanan Muara Baru (P3MB) Tachmid Widiasto di Gedung Lama UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Jakarta Utara, Senin (10/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suasana mogok massal di Pelabuhan Muara Baru |












































Suasana mogok massal di Pelabuhan Muara Baru
Suasana mogok massal di Pelabuhan Muara Baru