Cerita Budi Karya ke Wilayah Indonesia Timur Pasca Dilantik Jadi Menhub

Cerita Budi Karya ke Wilayah Indonesia Timur Pasca Dilantik Jadi Menhub

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Senin, 10 Okt 2016 14:28 WIB
Cerita Budi Karya ke Wilayah Indonesia Timur Pasca Dilantik Jadi Menhub
Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta -
Saat ini terjadi ketimpangan pertumbuhan daerah antara wilayah barat dan timur Indonesia. Menurut Menteri Perhubungan (Mnehub), Budi Karya Sumadi, mengatakan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Indonesia 89,26%, di antaranya ada di wilayah barat, dengan 57,38% di antaranya ada di pulau Jawa.

Sedangkan di wilayah timur hanya 10,74% dari PDRB. Hal itu disampaikan Budi Karya dalam paparannya di acara forum diskusi publik sektor transportasi di Gedung UOB Plaza, Jakarta, Senin (10/10/2016).

"Kita lihat populasi di barat 85%, sedangkan di timur 15%. Areanya hampir sama. PDRB di barat hampir 90%. Timur hanya 10%. Jadi ada angka-angka yang menyatakan suatu ketimpangan. Konsep memberikan konektivitas menjadi suatu keharusan," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah sendiri tengah mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai daerah khususnya timur dalam rangka memperkuat konektivitas nasional yang bakal berdampak pula kepada peningkatan aktivitas perekonomian. Konektivitas yang lancar bakal mengurangi tingkat kesenjangan dan ketimpangan serta kemiskinan di berbagai daerah Indonesia.

"Membangun konektivitas untuk transportasi supaya ekonomi kita tidak stuck. Pada saat saya pertama kali diamanahkan oleh Pak Presiden, kalau serius bisa kita deliver. Salah satu visi misinya adalah konektivitas. Oleh karenanya, saya sedikit menjajal apa arti konektivitas," ujar dia.

Ia kemudian bercerita bagaimana ia mengunjungi beberapa wilayah di Indonesia ketika akhirnya ditunjuk menjadi menteri perhubungan. Ia mengaku banyak tantangan yang harus dijawab oleh pemerintah. Beberapa proyek strategis pun tengah dilakukan agar bisa menjawab tantangan ini.

"Beberapa waktu ini saya kejar tayang untuk mengunjungi tempat-tempat yang jauh dari konektivitas. Saya ke kota kecil di Jayapura. Saya juga ke utara Sulawesi yang katanya jarak dari Manado 400 km, tapi dari Filipina 30 km. Tampaknya konektivitas bukan persoalan mudah. Makanya Presiden selalu mengatakan, apa yang kita buat juga kita harus hadir supaya terasa di masyarakat," tutur dia.

Bila transportasi lancar, akan mendorong investor untuk mau menanamkan modal serta meningkatkan investasi, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah pun tengah membangun suatu paradigma baru, yakni Indonesia sentris yang berupaya meniadakan ketimpangan dalam ketersediaan infrastruktur.

Setidaknya ada beberapa proyek strategis konektivitas pemerintah saat ini dalam mendukung pengembangan kawasan di luar Jawa. Seperti pembangunan pelabuhan Kuala Tanjung, pembangunan jalur kereta api antara Manado-Bitung, dan beberapa pengembangan bandara seperti Bandara Mutiara Palu, hingga Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads