Menteri Pertanian Amran Sulaiman telah menyiapkan beberapa sapi yang disuntik atau diberi inseminasi buatan supaya dapat bunting dan melahirkan anak sapi. Jika tidak bunting, maka sapinya akan dipotong.
"Khusus untuk sapi ada program khusus namanya Upus Siwab. Jadi setiap sapi indukan di seluruh Indonesia, kita wajibkan bunting, kalau enggak bunting kita potong," ujar Mentan Amran, di kantornya Ragunan, Senin (10/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Guna meningkatkan jumlah populasi sapi indukan, pemerintah berikan IB (inseminasi buatan) gratis sebanyak 4 juta ekor, dengan harapan dapat menargetkan ada kelahiran baru 3 juta ekor," kata Amran.
Upaya khusus sapi indukan wajib bunting (Upsus Siwab) diperkirakan membutuhkan dana lebih dari Rp 6 triliun. Dana tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan danBelanja Negara (APBN), Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun dari swasta.
"Rp 1 triliun itu anggaran hanya dari APBN," kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Hotel Mercure Surabaya, pada Jumat (7/10/2016) lalu.
Sedangkan anggaran lainnya dari kredit usaha rakyat (KUR) dan pihak swasta.
"Ada rencana dari bank Rp 5 triliun. Dari swasta juga ikut berpartisipasi karena impor indukan," terangnya.
Hinga saat ini, ada sapi betina yang siap untuk bunting diperkirakan mencapai 5,6 juta ekor. Sementara itu, angka kelahiran sapi (pedet), Mentan berharap provinsi lainnya di Indonesia dapat mencontoh yang dilakukan Jawa Timur. (dna/dna)











































