Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 10 Okt 2016 18:30 WIB

Perum Perikanan: Pengusaha Besar yang Mogok, Nelayan dan Pedagang Tidak

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Ardan Adhi Chandra Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Kenaikan tarif sewa lahan di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta Utara, diprotes pengusaha. Sejak Senin pagi deretan industri pengolahan ikan di Muara Baru menghentikan kegiatan operasionalnya.

Menurut Sekretaris Perusahaan Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Agung Pamujo, mogok massal hanya dilakukan oleh para pengusaha besar. Sedangkan para pedagang dan nelayan masih tetap beroperasi. Hanya saja pedagang di Pasar Pelelangan Ikan (PPI) Muara Baru baru mulai beroperasi sejak sore hingga dini hari nanti.

"Mogok pengusaha paguyuban yang tergabung dalam P3MB dan Asosiasi Tuna Indonesia. Para nelayan dan pedagang kami dapat konfirmasi pedagang mereka tidak mogok. Malam ini 1.000 pedagang akan beroperasi," kata Agung di Kantor Perindo Kompleks Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta Utara, Senin (10/10/2016).

"Banyak yang tadi datang pagi belum beroperasi karena baru beroperasi setelah magrib sampai pagi," lanjut Agung.

Perum Perindo sebagai pemilik lahan di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta Utara menaikkan tarif sewa lahan dari Rp 41.318 per meter persegi per tahun menjadi Rp 61.500 per meter persegi per tahun. Kenaikan tarif sewa lahan ini berlaku sejak 31 Agustus 2016 sesuai dengan SK Direksi Nomor Kep-226/PERINDO/Dir.A/VIII/2016.

Menurut informasi yang didapatkan Perindo, seluruh nelayan dan pedagang ikan di Muara Baru tetap beroperasi normal. Karena jika tidak menangkap dan menjual ikan, mereka tidak akan mendapatkan pundi-pundi rupiah.

"Kalau pengusaha kan masih punya cadangan, kalau pedagang sehari nggak aktivitas itu jadi masalah," tutur Agung.

Sosialisasi kenaikan tarif sewa lahan di Muara Baru sudah dilakukan sejak pertengahan Juli lalu dengan mengundang seluruh penyewa lahan. Hanya saja sejak diberlakukan kenaikan tarif sewa per 31 Agustus 2016, mereka mulai merasa keberatan

"Mereka menolak tapi kami sudah sosialisasikan. 15 Juli lalu adakan pertemuan dan 31 Agustus baru berlaku," ujar Agung. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed