Depbudpar dan BPS Kembangkan Sistem Statistik Budpar

Depbudpar dan BPS Kembangkan Sistem Statistik Budpar

- detikFinance
Jumat, 01 Apr 2005 16:45 WIB
Jakarta - Badan Pusat Statistik dan Departemen Kebudayaan dan Pariwasata menjalin kerjasama mengembangkan sistem statistik kebudayaan dan pariwisata (Budpar). Pengembangan ini dirasakan sangat penting karena sektor pariwisata merupakan sumber penerimaan devisa di luar migas."Data stastistik sangat penting, departemen kami akan gelap gulita kalau tidak punya data statistik," kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik usai penandatanganan MoU dengan BPS di Kantor BPS Jalan Dr Sutomo, Jakarta, Jumat (1/4/2005). Dalam kesempatan itu Jero Wacik mengungkapkan, pariwisata merupakan industri yang tidak akan mengalami penurunan dalam situasi apapun. Sementara itu Kepala BPS Choiril Maksum mengatakan, kerjasama dengan Depbudpar dimaksudkan untuk meningkatkan peran pariwisata bagi perekonomian nasional.Saat ini, lanjutnya, BPS tengah menyiapkan terwujudnya neraca satelit pariwisata nasional (nesparnas) dan juga neraca satelit kebudayaan nasional (nesbudnas). "Kami menyadari tanpa adanya data yang akurat dan terkini maka akan sulit melakukan perencanaan pariswisata dan kebudayaan," tegasnya."Dengan terbangunnya statistik kebudayaan dan pariwisata maka target pemasukan devisa sebesar US$ 6 miliar pada tahun 2005 dan pemasukan 6 juta wisatawan asing diharapkan dapat terwujud," ujarnya.Dalam kesempatan yang sama Jero Wacik mengatakan, saat ini tingkat berpergian masyarakat Indonesia serta tingkat pengenalan terhadap wilayah di Indonesia masih sangat rendah. Hal itu tercermin dari data yang menyebutkan masyarakat Indonesia baru mengenal 23 propinsi padahal jumlah propinsi di Indonesia mencapai 33 propinsi."Melihat data itu ternyata masih banyak yang belum mengerti tentang negaranya. Jangan-jangan ke depan banyak anak-anak kita yang sudah tahu Singapura dan negara lain, tapi justru tidak tahu propinsi dan obyek wisata di Indonesia," tegasnya. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads