"Kebijakan saya selalu jadi polemik di mana-mana. Kalau dipikirin, 24 jam juga tidak akan cukup," kata Susi di dalam Kuliah Umum dengan tema 'Membangun Kedaulatan Perikanan Melalui Pemberantasan Illegal Fishing' di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Darmaga, Bogor, Kamis (13/10/2016).
Kebijakannya tersebut membuat stok ikan melimpah, bahkan dikhawatirkan ada ikan yang mati karena para nelayan tidak punya kapasitas yang besar dalam menangkap ikan. Akhirnya, Susi pun dikritik oleh beberapa pihak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya jawab saja logis, kalau ikan mari biar saja dimakan ikan lain. Kalau ikannya lari ke negeri orang, nanti saya kabari mereka tidak usah tangkap ikan ke Indonesia, tunggu saja di pintu depan rumah nanti ikannya datang," ujarnya Susi disambut tawa para hadirin yang terdiri dari rektor hingga mahasiswa.
Menurutnya, para ilmuwan ini tidak melihat kalau kebijakannya itu membuat PDB sektor perikanan naik di tengah sektor lain turun di 2015. Nilai tukar nelayan juga ikut naik karena kebijakannya.
Ia mengatakan, semua harga barang di Indonesia naik karena banyak subsidi dicabut. Sementara harga ikan turun dan menyumbang deflasi.
"Berarti jumlahnya ada, makanya harganya turun," ujarnya. (ang/dnl)










































