Pinjaman atau utang ini diberikan untuk membangun pembangkit listrik, pelabuhan, dan rel kereta.
Kunjungan Xi ini merupakan kunjungan pertama presiden China dalam 30 tahun terakhir. China memang ingin mengembangkan perannya dalam proyek infrastruktur di dunia. Untuk Bangladesh, selain China, India juga suda masuk memainkan perannya mengembangkan proyek infrastruktur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
China sendiri berencana membiayai 25 proyek infrastruktur di Bangladesh yang berpenduduk 160 juta jiwa. Proyek infrastruktur ini termasuk pembangkit listrik berkapasitas 1.320 megawatt (MW) dan juga pelabuhan laut dalam.
"Kunjungan Xi menjadi tonggak baru. Sejumlah kesepakatan utang berjumlah besar akan diteken saat kunjungan Xi, nilainya US$ 24 miliar," kata Menteri Keuangan Bangladesh, M.A Mannam, dilansir dari Reuters, Jumat (14/9/2016).
"Kebutuhan infrastruktur kami besar, sehingga kami butuh utang yang besar," tambahnya.
China memang berencana membangun pelabuhan laut dalam di Sonadia, Bangladesh. Namun rencana ini tertahan bertahun-tahun.
Tahun lalu, India lewat Perdana Menteri Narendra Modi, telah memberikan pinjaman US$ 2 miliar kepada Bangladesh. (wdl/wdl)











































