Ekspor Perhiasan, Perkakas dan Bahan Kimia Turun Paling Drastis

Ekspor Perhiasan, Perkakas dan Bahan Kimia Turun Paling Drastis

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 17 Okt 2016 14:02 WIB
Ekspor Perhiasan, Perkakas dan Bahan Kimia Turun Paling Drastis
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Ekspor Indonesia pada September 2016 mencapai US$ 12,51 miliar atau turun 1,84% dibandingkan bulan sebelumnya. Ekspor migas turun 6,78% dari US$ 1,14 miliar menjadi US$ 1,06 miliar. Sedangkan non migas turun 1,35% dari US$ 11,61 miliar menjadi US$ 11,45 miliar.

Bila dilihat lebih jauh, komponen perhiasan dan permata mengalami penurunan paling signifikan, yaitu US$ 137,03 juta (25,49% m to m) dari US$ 537,6 juta menjadi US$ 400,6 juta.

"Turunnya ekspor memang paling besar dari negara Swiss," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (17/10/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selanjutnya adalah biji-bijian berminyak dengan penurunan US$ 57,9 juta (78,8%) dari US$ 73,4 juta menjadi US$ 15,5 juta. Ekspor perkakas dan perangkat potong juga turun US$ 1,7 juta (23,9%) dari US$ 7,1 juta menjadi US$ 5,4 juta.

Penuruan ekspor juga terjadi pada garam, belerang, kapur sebesar US$ 7,5 juta, bahan kimia organik sebesar US$ 13,3 juta, kapal laut US$ 10,7 juta, perangkat optik US$ 6,6 juta, serat stapel buatan US$ 12,9 juta, dan kakao US$ 7,3 juta.

Suhariyanto menjelaskan, penurunan ekspor memang terjadi karena perlambatan ekonomi global yang masih berlanjut. Sehingga permintaan pasokan dari banyak negara terus berkurang. Pada sisi lain, memang harga komoditas masih rendah.

"Dari beberapa faktor global memang menunjukkan bahwa masih ada perlambatan," imbuhnya. (mkl/dna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads