Rapat Bahas RAPBN 2017, DPR Tanya Susi Soal Mafia di Muara Baru

Rapat Bahas RAPBN 2017, DPR Tanya Susi Soal Mafia di Muara Baru

Yulida Medistiara - detikFinance
Senin, 17 Okt 2016 15:57 WIB
Rapat Bahas RAPBN 2017, DPR Tanya Susi Soal Mafia di Muara Baru
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Hari ini Kementerian kelautan dan Perikanan (KKP) mengikuti rapat dengan Komisi IV Dewa Perwakilan Rakyat (DPR) membahas perihal Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2017 di KKP.

Di tengah rapat tersebut, Oo Sutisna, anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Gerindra menyinggung tudingan Susi yang menyebut adanya mafia di Pelabuhan Muara Baru sehingga perlu dilakukan pembenahan.

Ia meragukan pernyataan Susi yang menyebut bahwa mahalnya biaya sewa lahan di Muara Baru karena dipermainkan oleh mafia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terkait komponen biaya, kita pun bertanya kepada pengusaha yang ada di muara baru sebenarnya ada nggak mafia di muara baru? Benar nggak sih mereka menyewa Rp 10 juta/hektar/tahun lalu disewakan lagi dengan harga yang lebih misalnya,"

Hasil temuannya di lapangan, aku dia, justru menunjukkan tingginya harga sewa lahan di pelabuhan tersebut dikarenakan ada komponen biaya sewa lain yang dibebankan kepada pengusaha.

"Ternyata ada hal yang benar terungkap. Misal yang disampaikan Bu Menteri (Susi), yang disampaikan direksi Perindo. Tapi ada yang belum ter-blow up. Selain sewa lahan, ada yang belum terungkap. Ada dana kompensasi, dana service dan lain-lain," kata Oo.

Untuk itu, ia meminta agar Susi membuktikan tudingannya tersebut. Agar, jangan sampai pernyataan bahwa adanya mafia di Muara Baru mengakibatkan iklim investasi di lokasi tersebut menjadi tidak sehat.

"Saya nggak mau ada statement ada mafia-mafia tapi hanya statement saja. Nggak ditemukan ada proses hukum," pungkas dia.

Sebelumnya Susi menuding ada oknum Pengusaha yang menguasai Pelabuhan Muara Baru dengan cara menyewa lahan dari Perindo sebesar Rp 10 juta kemudian disewakan kembali kepada pihak lain dengan harga tinggi.

Menurut Susi, mereka selama ini mengambil untung dari sewa lahan yang murah kepada Perindo. Nah, lahan ini disewakan lagi kepada pihak lain dengan harga yang sangat tinggi. Untuk itu, Susi lewat Perum Perindo 'menggusur' oknum pengusaha tersebut. (dna/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads