Beberapa calon direksi BUMN harus lolos dalam berbagai tahapan tes untuk menduduki jabatan kursi nomor satu di perusahaan milik negara.
Salah satu cara yang digunakan Menteri BUMN Rini Soemarno adalah melakukan assesment test. Tes ini berbeda dengan tes psikologi yang umumnya dilakukan untuk mengetahui kelayakan calon pegawai di perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Calon pemimpin akan diberikan situasi turbulence seperti misalnya di pesawat terbang. Misalnya ada anak buah datang protes dan kita lihat bagaimana reaksinya," tutur Presiden Direktur Daya Dimensi Indonesia Heriati Gunawan dalam jumpa pers dengan tema "Tantangan Kepemimpinan di BUMN dan Holding BUMN" di Kantor Daya Dimensi Indonesia, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/10/2016).
Selain dihadapkan masalah dari pihak internal perusahaan, calon direksi juga akan dihadapkan pada protes pelanggan. Misalnya dihadirkan seorang pelanggan yang berpura-pura protes terhadap pelayanan perusahaan.
"Ada juga yang didatangi pelanggan dan kita lihat bagaimana dia menyikapi itu," ujar Heriati.
Dirinya menambahkan, ke depan langkah assesment atau penilaian seperti ini harus dilakukan dalam menjaring pemimpin-pemimpin BUMN dan perusahaan swasta lainnya. Sehingga kualitas kepemimpinan calon direksi dapat dinilai secara jelas sebelum menduduki jabatan strategis tersebut.
"Kami lihat bahwa ke depan kita perlu lebih jeli menentukan siapa-siapa calon pemimpin di BUMN terutama kaitannya dengan holding," tutur Heriati. (drk/drk)











































