Tiba pukul 07.45 menggunakan Pesawat CN milik TNI Angkatan Laut, Menhub Budi Karya langsung meninjau berbagai sisi bandara. Dia datang lebih dulu dari Presiden Jokowi yang dijadwalkan tiba pukul 09.00 WIT.
"Ini Bandara di paling utara Indonesia, jadi kalau di Timur Barat ada Sabang Merauke, Utara Selatan adalah dari Route ke Miangas, jadi paling utara gitu," jelas Budi saat melihat maket Bandar Udara Miangas, Rabu (19/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Noval Dhwinuari Antony |
Sebagai pulau terdepan di utara NKRI, posisi Bandar Udara Miangas dinilai strategis. Adanya Bandara tersebut dapat mempermudah masyarakat menuju Kota Manado, Ibu Kota Sulawesi Utara.
"Jadi menurut hemat kami satu bandara yang strategis yang dari Manado itu kira-kira 400 km, kalau dari Filipina cuma kurang lebih 60-70 km. Jadi memang kita harus merawat ini sebagai suatu batas perairan kita, oleh karenanya kita membangun," jelasnya.
Foto: Noval Dhwinuari Antony |
Bandara ini telah dibangun menggunakan Anggaran Pembangunan Nasional dalam kurun waktu 4 tahun. Sebagai Bandara di Pulau terdepan Indonesia, Bandara ini juga strategis sebagai pertahanan NKRI. Untuk itu, Budi Karya akan melakukan kerjasama dengan TNI untuk pengembangan Bandara tersebut.
"Kita membangun dengan APBN dalam 4 tahun ini, nah sekarang ini dengan kapasitas panjang itu 1400. Kita akan tahun depan, kalau diizinkan kerjasama dengan Panglima TNI, kita bikin dengan zeni kita perpanjang nanti menjadi 1600, supaya Herkules bisa mendarat disini," jelasnya lagi.
Foto: Noval Dhwinuari Antony |
"Reguler kita sudah bicara, saya berterimakasih langsung dengan King Air karena King Air yang voluntary, karena sebagiannya mungkin dia masih subsidi. Akan seminggu sekali mulai besok hari Rabu akan seminggu sekali. ATR 72 ya nggak bisa seratus, 70 orang lah ya," katanya. (dna/dna)












































Foto: Noval Dhwinuari Antony
Foto: Noval Dhwinuari Antony
Foto: Noval Dhwinuari Antony