Lantas, apa dampak Paket Kebijakan Ekonomi itu terhadap kemudahan bisnis di Indonesia? Memang, menurut data Bank Dunia (World Bank), peringkat kemudahan bisnis atau ease of doing business Indonesia naik dari 120 ke 109.
Namun masalahnya, peringkat itu masih di atas 100. Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eko Listiyanto, mengatakan peringkat di atas 100 menunjukkan belum ada pengaruh yang besar dari paket ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eko menambahkan, peran industri manufaktur kian luntur. Ternyata, kata Eko, ini selalu jadi persoalan dan belum ada solusi bagaimana mendongkrak industri manufaktur terhadap pertumbuhan ekonomi.
"Faktanya sektor industri manufaktur kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi menurun. Padahal industri adalah salah satu pilar terpenting dari middle income. Data berbicara ya, posisi saat ini kontribusi tinggal 20-an persen padahal 2001 nyaris 30-an persen," tambah Eko. (hns/hns)











































