RI Masih Impor Beras Premium, Pemerintah Dinilai Lalai Didik Petani

RI Masih Impor Beras Premium, Pemerintah Dinilai Lalai Didik Petani

Muhammad Idris - detikFinance
Kamis, 20 Okt 2016 15:47 WIB
RI Masih Impor Beras Premium, Pemerintah Dinilai Lalai Didik Petani
Foto: dikhy sasra
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, impor beras naik hampir 5 kali lipat pada tahun ini. Sepanjang Januari-September, beras impor yang masuk sebesar 1,14 juta ton. Sedangkan untuk periode yang sama tahun lalu sebesar 229.611 ton.

Kementerian Pertanian menjelaskan, impor beras tahun ini hanya berupa beras premium untuk kebutuhan hotel, restoran, dan kafe.

Namun demikian, menurut Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI), Bustanul Arifin, impor beras premium yang melonjak tajam tersebut jadi indikasi Kementerian Pertanian abai melakukan pendampingan kepada petani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena kita melupakan untuk fokus kualitas, kan alasan pemerintah yang impor itu beras premium bukan medium. Kalau memang beras premium berarti pemerintah lalai mendidik petani, fokus ke medium terus," kata Bustanul ditemui di kantor INDEF, Pejaten, Jakarta, Kamis (20/10/2016).

"Mulai dari pembibitan, kemudian perawatan sampai panen dan pengolahan. Seperti kalau diolah dengan mesin yang pecahnya besar, ya nggak bisa gantian premium impor dong," imbuhnya.

Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Universitas Lampung ini berujar, selain kualitas yang belum jadi perhatian, beras yang diproduksi petani di Indonesia juga lebih mahal ketimbang negara produsen beras lainnya di Asia Tenggara.

"Selain itu, banyak hal karena banyak ketidakefisienan. Kalah dengan Vietnam dan Thailand. Akhirnya apa? Beras kita jadi lebih mahal," terang Bustanul. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads