BI: Pemulihan Ekonomi Global Masih Lambat

BI: Pemulihan Ekonomi Global Masih Lambat

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Kamis, 20 Okt 2016 17:35 WIB
BI: Pemulihan Ekonomi Global Masih Lambat
Foto: Fadhly Fauzi
Jakarta - Pelemahan ekonomi global serta rendahnya harga komoditas dunia masih menjadi kendala utama berbagai negara dalam menggenjot pertumbuhan ekonominya.

Indonesia sebagai salah satu negara yang aktif melakukan perdagangan internasional juga kena dampaknya.

Negara adidaya sekelas Amerika Serikat (AS) juga tidak terlepas dari perlambatan ekonomi global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat diperkirakan lebih rendah dari sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat sejalan dengan inflasi yang lebih rendah, maka Fed Fund rate diperkirakan hanya naik sekali di 2016," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara saat jumpa pers di Gedung Thamrin BI, Jakarta Pusat, Kamis (20/10/2016).

Selain itu, harga komoditas perdagangan internasional seperti minyak dunia masih berada dalam level bawah sejak beberapa bulan terakhir. Rendahnya harga minyak dunia memperlambat laju pertumbuhan ekonomi global.

"Di sisi komoditas, harga minyak dunia tetap rendah sejalan dengan masih tingginya produksi minyak OPEC," kata Tirta.

Berbeda dengan mayoritas negara dunia lainnya, pertumbuhan ekonomi di India diperkirakan masih dapat tumbuh positif seiring dengan adanya kenaikan upah yang turut berimbas pada kenaikan konsumsi.

"Di sisi lain, konsumsi di India diperkirakan meningkat didukung oleh kenaikan pendapatan," ujar Tirta.

Kenaikan harga komoditas ekspor juga terjadi di Indonesia dibarengi dengan kenaikan harga barang tambang dan minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO).

"Sementara itu, mayoritas harga komoditas ekspor Indonesia mengalami perbaikan, seperti batu bara, CPO, dan beberapa barang tambang," tutup Tirta. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads