Dua Tahun Jokowi-JK, Mentan: 76% Petani Puas

Dua Tahun Jokowi-JK, Mentan: 76% Petani Puas

Maikel Jefriando - detikFinance
Jumat, 21 Okt 2016 12:02 WIB
Dua Tahun Jokowi-JK, Mentan: 76% Petani Puas
Foto: Bahtiar Rifai
Jakarta - Amran Sulaiman menjadi salah satu menteri yang posisinya aman selama dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK). Amran pun telah meraih hasil dari beberapa program kerja yang dijalankan.

Program awal Amran adalah terkait dengan penyaluran mesin pertanian. Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 172-2014 telah diterbitkan untuk mengubah aturan tentang penunjukan langsung terhadap penyalur mesin pertanian.

"Buat alat ini yang didistribusi naik 2000% dibanding sebelumnya, ini karena kita buka regulasi yang ada. Dulu semua sarana produksi di sektor pertanian harus lewat tender," jelas Amran, dalam jumpa pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Jumat (21/10/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Program selanjutnya adalah asuransi untuk petani agar semakin bergairah untuk meningkatkan produksi. "Ada asuransi pertama setelah pemerintahan kabinet kerja 1 juta ha untuk pertanian. Petani nggak perlu ragu-ragu lagi tanam padi, jagung dan seterusnya, karena ada asuransi 1 juta ha," paparnya.

Pemerintah menargetkan pembangunan satu juta irigasi. Amran klaim telah menyelesaikan pembangunan 3 juta hektar lebih irigasi dalam kurun waktu satu tahun tiga bulan. Sedangkan cetak sawah baru masih rendah.

"Cetak sawah mungkin belum maksimal karena anggaran dikurangi 40%," sebut Amran.

Kementan juga mendirikan toko tani pada pasar induk dengan tujuan untuk memotong rantai pasokan pangan agar masyarakat mendapatkan harga yang wajar. Akan tetapi Amran tidak menjelaskan dampak terhadap harga dalam dua tahun ini.

Amran juga meningkatkan pencegahan aktivitas korupsi dengan melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian serta Kejaksaan. "Kalau ada yang minta proyek, kami harap bertemu dengan KPK di sebelah ruangan kami. Kalau KPK sudah paraf, kami baru disetujui," ujarnya

Dari berbagai hasil riset yang dikumpulkan oleh Kementan, tercatat bahwa tingkat kepuasan petani mencapai 76%. Terbukti dengan kenaikan Nilai Tukar Petani secara kesleuruhan, kecuali di subsektor perkebunan.

"Sebanyak 76% petani puas. Kemudian NTP semua naik, kecuali perkebunan karena harga CPO dan karet dunia turun," tukasnya. (mkl/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads