Kapal bajak laut tersebut tentu bukan kapal bajak laut sungguhan. Kapal tersebut adalah restoran di atas kapal bernuansa bajak laut bernama Pirates Dinner Cruise yang dikelola Sea Safari Cruises.
Nuansa bajak laut langsung terasa dari panji-panji hitam dengan gambar bajak laut khas kapal perompak. Kapal ini merupakan salah satu wahana wisata yang dikelola kalangan swasta untuk meningkatkan variasi wisata di pulau dewata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Dana Aditiasari |
Rapat yang digelar Budi kali ini pun berkenaan dengan pengembangan pariwisata. Ia ingin, Pelabuhan Benoa bisa dikembangkan sebagai pintu masuk wisatawan dari laut yang umumnya menggunakan kapal pesiar raksasa atau cruise.
"Pelabuhan Benoa sebagai pelabuhan yang mengelola turis. Itu akan sangat luar biasa," kata Budi di lokasi, Minggu (23/10/2016).
Foto: Dana Aditiasari |
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pelabuhan Benoa membutuhkan sejumlah perbaikan. Dari mulai menambah kedalaman laut hingga menambah dermaga untuk tempat bersandar.
"Kedalamannya harus ditambah supaya kapal-kapal yang besar bisa bersandar," sambung dia.
Foto: Dana Aditiasari |
Seluruh rencana pengembangan tersebut sebenarnya sudah dituangkan dalam bentuk Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Benoa. Namun hal tersebut belum bisa dilakukan lantaran untuk pelaksanaan RIP membutuhkan rekomendasi dari gubernur.
"Tapi saya yakin gubernur akan memberikan dukungan. Kami terus melakukan komunikasi intensif," pungkas dia.
Foto: Dana Aditiasari |












































Foto: Dana Aditiasari
Foto: Dana Aditiasari
Foto: Dana Aditiasari
Foto: Dana Aditiasari