REI Riau Keluhkan Pelayanan PLN
Sabtu, 02 Apr 2005 15:04 WIB
Pekanbaru, - Anggota Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Riau mengeluhkan pelayanan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Riau yang belum maksimal menyalurkan daya listrik ke perumahan. Akibatnya, lebih dari 500 rumah yang dibangun developer sejak setahun lalu hingga kini belum terpasang aliran lsitrik.Ketua REI, Provinsi Riau, Kampriwoto mengungkapkan hal itu saat ditemui detikcom, Sabtu (2/04/2005) di Hotel Aryaduta Jl Diponegoro Pekanbaru, terkait keluhan konsumen atas belum terpasangnya aliran listrik hingga bertahun-tahun lamanya. Menurut Kampriwoto, pihak PLN Cabang Pekanbaru terkesan diskirminasi sesama calon pelanggannya. Hal itu bisa dibuktikan, kata Kampri, sejumlah Ruko yang berdiri di tengah kota Pekanbaru, tanpa harus menunggu sebulan dengan mudah terpasang aliran listrik. Tapi lain hal bagi calon pelanggan PLN yang mengambil perumahan yang dibangun REI. Pihak REI menampung keluhan kosumennya yang sudah lebih dari 2 tahun belum juga terpasang PLN. "Disinilah kita lihat terjadi diskirminasi sesama calon pelanggan," kata Kampriwoto.Dia menjelaskan, saat ini lebih dari 500 perumahan di Pekanbaru belum terpasang saluran listrik. Padahal, sejak dua tahun lalu, pihak REI dan PLN Cabang Riau telah membuat kesepakatan untuk saling membantu meringankan beban negara. Dalam hal itu, pihak REI bersedia menanggung pemasangan travo, tiang listrik serta kebutuhan saluran lainnya yang sifatnya dihibahkan kepada PLN."Itu salah satu cara kita agar permasalahan listrik segara bisa teratasi. Kendati kita bersedia menanggung beban pemasangan travo yang seharusnya menjadi kewajiban pihak PLN, namun sampai saat ini pihak PLN belum juga maksimal memberikan pelayana kepada kosumen kami. Padahal travo dan tiang-tiang listri itu sifatnya kita hibahkan ke PLN agar pelanggan kita segara menikmati listrik," jelas Kampri.Dengan kondisi Riau yang kekurangan daya listrik ini, menurut Kampri, hal itu menjadi salah satu kendala besar untuk iklim investasi perumahan. Sehingga program satu juta rumah yang dicanangkan pemerintah berkerja sama dengan REI, bakal tidak terwujud di Riau."Selama ini ada kesan pihak pengembang enggan menanamkan investasinya bila kondisi daya listrik di Riau belum juga bisa teratasi. Masak jaman semaju ini kita harus menggunakan lilin," kata Kampri.Sementara itu, berdasarkan laporan Yayasan Lembaga Kosumen Indoensia (YLKI) Riau, lebih dari 2.000 rumah masyarakat belum terpasang listrik. Dari pengaduan konsumen ke YLKI Riau itu, sebagian besar rumah masyarakat ada yang belum terpasang sejak 5 tahun silam.Mestinya Pemerintah Provinsi Riau segera memikirkan kekurangan daya listrik yang sudah berjalan sejak 5 tahun silam. Bila hal ini tidak segara teratasi, bukan tidak mungkin menjadi persoalan sosial yang serius di Riau."PLN Riau mestinya tidak diskriminasi sesama calon pelanggannya. Selama ini, terkesan PLN hanya memperhatikan calon pelanggan yang memiliki uang, termasuk ke rumah-rumah pejabat ketimbang rumah rakyat jelata," kata Ketua YLKI Riau, Andreas Heri Khahuripan.
(ir/)











































