Manfaatkan Layanan Investasi 3 Jam, 2 Perusahaan Cetak 1.500 Tenaga Kerja

Manfaatkan Layanan Investasi 3 Jam, 2 Perusahaan Cetak 1.500 Tenaga Kerja

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Senin, 24 Okt 2016 15:19 WIB
Manfaatkan Layanan Investasi 3 Jam, 2 Perusahaan Cetak 1.500 Tenaga Kerja
Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Adanya program Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) dipercaya dapat membuat iklim investasi membaik. Pasalnya, investor tidak lagi sulit untuk membangun pabrik karena izin lingkungan atau izin pembangunannya sudah difasilitasi langsung oleh pemerintah.

Deputi Bidang Pelayanan Umum Badan Pengusahaan Kawasan Batam (BP Batam) Gusmardi Bustami mengatakan, dalam waktu dekat, Batam akan memiliki 7 wilayah Kawasan Industri (KI) yang akan diterapkan program KLIK. Ini akan mendorong investor untuk menumbuhkan niatnya berinvestasi di Batam.

"BKPM sudah buat asessment dari 24 Kawasan Industri di Batam, kita tinggal tunggu berapa kawasan yang akan ditunjuk oleh BKPM. Tapi uang sudah diverifikasi 7. Dalam bulan ini bisa selesai," katanya di Gedung BKPM, Jakarta, Senin (24/10/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan adanya KLIK, investor-investor yang mendapatkan layanan izin investasi 3 jam dapat langsung melakukan konstruksi tanpa harus menunggu izin bangunan keluar, pasalnya wilayah ini sudah ada AMDAL kawasannya, sehingga tidak diperlukan waktu lama lagi untuk membangun pabrik.

Saat ini, sudah ada dua perusahaan yang sudah memanfaatkan layanan investasi 3 jam di Batam dengan nilai total investasi sekitar US$ 170 juta dan penyerapan 1.500 tenaga kerja.

Hal ini didukung lewat syarat dari penggunaan layanan investasi 3 jam tersebut, minimal harus berinvestasi sedikitnya Rp 100 miliar dan atau menyerap tenaga kerja minimal 1.000 orang.

"Dua perusahaan yang sudah ada, investasinya sekitar US$ 170 juta. Yang satu dari Singapura, satu lagi dari dalam negeri. Perusahaan refinery migas bahan baku ban atau karet, dan bahan bangunan. Layanan izin investasi 3 jam sudah menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja untuk perusahaan yang concrete block. Kalau yang pengolahan pelumas minyak untuk bahan baku karet sintetis sekitar 500-an, karena pakai teknologi cukup tinggi," jelasnya.

Gusmardi berujar, akan ada dua perusahaan lagi yang sedang dalam proses untuk pemanfaatan layanan ini.

"Dua perusahaan yang akan datang mungkin bulan depan sudah ada izinnya. Salah satunya itu bidangnya manufaktur aksesoris kamera dari Australia," ungkapnya.

Untuk mendorong investasi yang lebih dari para investor di Batam, pihaknya tengah mengusulkan pemberian tambahan insentif perpajakan.

"Sekarang Batam kan di luar wilayah pabean. Kalau barang dibuat di luar pabean masuk, kena impor. Sedangkan kalau saya punya FTA dengan China, dari China masuk ke Indonesia enggak bayar. Boleh saja diproduksi di Batam tapi hanya sekian persen saja yang masuk tanpa bayar," tukasnya. (drk/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads