PII Bakal Jamin Pembangunan Jalan Tol Melayang Jakarta-Cikampek

PII Bakal Jamin Pembangunan Jalan Tol Melayang Jakarta-Cikampek

Yulida Medistiara - detikFinance
Selasa, 25 Okt 2016 16:56 WIB
PII Bakal Jamin Pembangunan Jalan Tol Melayang Jakarta-Cikampek
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Kepadatan lalulintas di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek menuntut pengelola untuk menambah kapasitas jalan tol tersibuk di Indonesia ini. PT Jasa Marga bersama mitra strategisnya bakal membangun jalan tol layang untuk menambah kapasitas jalan tol Jakarta-Cikampek.

Guna memastikan kelangsungan jalannya proyek ini, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PT PII bakal melakukan penjaminan pada proyek yang bernama jalan tol Jakarta Cikampek II Elevated ini.

Selain jalan tol melayang Jakarta-Cikampek, PII juga bakal melakukan penjaminan pada 4 proyek jalan tol lainya diantaranya Cileunyi-Dawuan di Jawa Barat dan proyek tol Kriyan-Bunder di Jawa Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang lagi ada proses lebih lanjut terhadap 4 jalan tol lainnya, ada di Cileunyi-Dawuan di Jabar, ada di Kriyan-Bunder di Jatim, ada pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek," ujar Direktur Operasi PT PII, Salustra Satria dalam paparannya pada konferensi pers, di Restoran Tartine, Fx Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (25/10/2016).

Penjaminan yang diberikan sendiri adalah dalam bentuk dana ganti rugi pembebasan lahan. Asal tahu saja, sesuai dengan amanah Undang-undang 2/2012, proses pembebasan lahan proyek infrastruktur menjadi tanggungjawab sepenuhnya oleh pemerintah.

Namun dalam perjalanannya, anggaran yang dimiliki pemerintah seringkali tak mencukupi. Sehingga ada solusi, biaya pembebasan lahan ditalangi dulu oleh badan usaha atau perusahaan pengelola jalan tol yang bersangkutan baru kemudian diganti oleh pemerintah.

Guna mencegah, dana talangan tersebut tak terganti oleh pemerintah, maka dana talangan yang sudah dikeluarkan tersebut akan diganti lewat dana penjaminan PT PII.

"Lahannya itu bisa ditalangi dulu oleh swasta. Nanti kita garansi dana talangannya," kata Satria.

Penjaminan ini, kata dia, penting dilakukan untuk mencegah proyek berhenti di tengah jalan lantaran kekurangan dana.

"Jadi yang terpenting adalah percepatan pembangunannya," tegas dia.

Pembangunan proyek jalan tol yang dijamin PII ini memang tergolong penting dan dibutuhkan masyarakat. Contohnya adalah jalan tol melayang Jakarta-Cikampek.

"Kalau kita ke Bandung itu di Cikarang macet. Makanya dibuat jalan tol yang di atas, Jakarta-Cikampek Elevated. Dengan adanya itu akan mengurangi kemacetan yang di bawah sisinya juga melengkapi jalur," jelas dia.

"Jalan tol Serang-Panimbang di Banten Merak di ujung pulau Jawa, mudah-mudahan dengan kita membuka bukan hanya lalulintasnya menjadi maju tapi juga kegiatan ekonomi di desa itu jadi lebih baik," imbuhnya.

Hingga saat ini, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) telah menjamin 4 (empat) ruas jalan tol, yakni Manado-Bitung, Balikpapan-Samarinda, Pandaan-Malang dan Batang-Semarang. Yang akan menjadi tanggung jawab Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) yang dilaksanakan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Dirut PT PII Sinthya Roesly mengatakan sejauh ini PT PII telah mendukung program pembangunan jalan tol sepanjang 252 Km untuk 4 proyek. Ia mengatakan sekitar Rp 27 triliun yang telah dikucurkan untuk mendukung proyek pembangunan jalan tol.

"Sejauh ini kita sudah berkontribusi 252 Km jalan tol untuk 4 proyek, sedang berporses 4 juga. Total sekitar Rp 27 triliun yang sudah kita dukung, ke depan akan lebih Rp 30 triliun lagi yang berpotensi didukung karena kami tergantung di lelangnya oleh BPJT oleh Kementerian PUPR," ungkap Sinthya. (dna/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads