Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 25 Okt 2016 18:51 WIB

RI Harus Manfaatkan Nafsu Perusahaan China Berinvestasi

Maikel Jefriando - detikFinance
Foto: Internet/ebcitizen.com Foto: Internet/ebcitizen.com
Jakarta - Perusahaan China sepertinya bernafsu mencari negara baru untuk berinvestasi. Indonesia yang sekarang dalam proses pembangunan, seharusnya dapat memanfaatkan nafsu perusahaan asal China tersebut.

Demikian diungkapkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong, dalam jumpa pers tentang paparan dua tahun kinerja pemerintahan Jokowi-JK di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/10/2016).

"Jadi perlu kita manfaatkan nafsu tersebut yang begitu besar. Ini bisa jadi win-win kita mendapat investasi, dia senang karena bisa mendapat keuntungan investasi," jelasnya.

Thomas melihat ada peningkatan investasi dari China dalam dua tahun terakhir. Dari posisi 13, sekarang China sudah mengisi posisi ketiga sebagai investor terbesar di dalam negeri.

"Jadi memang investasi dari China meningkat pesat, dana itu naik juga paralel dari tren wisatawan dari China naik pesat. China semakin dominan di Asia Pasifik," ujar Thomas.

Sektor yang paling menarik minat investor China adalah smelter, logam serta kelistrikan. Menurut Thomas hal tersebut harus bisa dimanfaatkan oleh Indonesia sebesar-besarnya, bila tidak ingin jatuh ke negara lain.

"Kalau tidak dimanfaatkan nanti dimanfaatkan negara lain," pungkasnya. (mkl/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed