Kepala Subdit Analisis Perizinan Sektor Pertanian dan Maritim Kemenaker, Titin Supenti, mengatakan TKA asal China memang mendominasi jumlah TKA yang mengajukan IMTA (Izin Mengajukan Tenaga Kerja Asing) di tahun 2015.
"Dari jumlah 69.025 tenaga kerja asing yang masuk di 2015 secara legal dan punya sponsor. TKA dari Tiongkok yang paling banyak atau sekitar 25%. Tentu ini berkaitan dengan kegiatan ekonomi yang dilakukan investor China di Indonesia," kata Titin di acara China Investment Forum di kantor BKPM, Jakarta, Rabu (26/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penganggur kita juga mencapai 8 juta. Jadi kita lakukan pengendalian, itu juga kenapa kita masih pakai istilah Tenaga Kerja Asing, di mana kita menganut sponsorship atau harus disponsori badan hukum di Indonesia," ujar Titin.
Penerbitan IMTA oleh Kemenaker sendiri mengalami kecenderungan penurunan dari tahun ke tahun. Tahun 2011 diterbitkan sebanyak 77.307 orang, 2012 sebanyak 72.427 orang, 2013 sebanyak 68.958 orang, tahun 2014 sebanyak 68.762 orang, tahun 2015 sebanyak 69.025 orang, dan 2016 sampai Juni sebanyak 43.816 orang. (ang/ang)











































