Sebelumnya, Danang menjabat sebagai Direktur Utama PT ASDP (Persero).
Beberapa anggota Komisi VI DPR RI sempat menanyakan alasan Direktur Utama Angkasa Pura I diganti. Padahal Danang belum menyelesaikan masa jabatannya di PT ASDP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Kementerian BUMN, Gatot Trihargo menjawab pertanyaan anggota Komisi VI DPR RI. Menurut Gatot, pergantian Direktur Utama Angkasa Pura I dikarenakan berulangnya delay atau penundaan penerbangan di Bandara Ngurah Rai, Bali akibat perbaikan runway.
Delapan bulan lalu Bandara Ngurah Rai mengalami penundaan akibat perbaikan runway, sehingga penerbangan di bandara tersebut sempat tertunda. TIdak sampai di situ, kejadian ini juga berulang pada beberapa minggu lalu dengan kasus serupa.
Akibatnya penundaan penerbangan di bandara di bawah pengelolaan Angkasa Pura I membuat kenyamanan dan reputasi bandara tercoreng.
"Kami sampaikan bandara sekelas Ngurah Rai tidak ada alasan apapun yang diterima sampai landasan mengelupas," jelas Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Kementerian BUMN, Gatot Trihargo.
Akibatnya, Menteri BUMN Rini Soemarno mendapatkan banyak protes dari penumpang di Bandara Ngurah Rai. Hal tersebut yang mendasarkan Rini mencopot Wimbo dari jabatannya sebagai Direktur Angkasa Pura I dan digantikan oleh Danang S. Baskoro mantan Direktur Utama PT ASDP.
"Complain banyak diterima Ibu Menteri (Rini). Kita ingin speed up pelayanan terbaik kepada airline begitu on time supaya flight bisa berjalan dengan baik," kata Gatot. (ang/ang)










































