Jokowi ke Menteri: Swasta Hanya Disuguhi Rencana Investasi Tanpa Kalkulasi

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 26 Okt 2016 19:05 WIB
Foto: Bagus Prihantoro Nugroho
Jakarta - Pemerintah mengharapkan keterlibatan swasta dalam berbagai pembangunan, khususnya infrastruktur. Namun, hingga sekarang realisasi investasi masih rendah sehingga dampak terhadap perekonomian menjadi tidak signifikan.

Demikianlah diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka rapat terbatas dengan para menteri di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (26/10/2016)

"Swasta memerlukan gambaran dari proyek investasi yang akan ditawarkan itu apa. Gambaran-gambaran seperti itu yang sampai sekarang saya lihat swasta belum bisa membaca. Artinya hanya disuguhkan lokasi-lokasi. Hanya disuguhkan rencana yang tidak disertai dengan kalkulasi-kalkulasi awal," paparnya.

Pemerintah, kata Jokowi, tidak bisa hanya menyediakan lokasi. Akan tetapi harus lengkap dengan fasilitas yang mampu menarik swasta untuk mengucurkan modalnya.

"Saya kira semua K/L harus betul-betul melakukan ini. Mendorong, menyiapkan fasilitas dan dilakukan dengan upaya-upaya khusus. Oleh sebab itu, kita harus melakukan terobosan yang cepat. Jangan terjebak pada rutinitas, jangan bekerja hanya business as usual. Dan koordinasi, konsolidasi antara K/L menjadi faktor kunci," paparnya.

Di samping itu, pemerintah juga seharusnya mengawal proses pembangunan dari awal hingga selesai. Tujuannya agar ketika ada persoalan yang memberatkan swasta, maka segera dicarikan solusi.

"Kalau nggak ya lepas lagi," tegas Jokowi.

Persoalan lain memang datang dari sisi pembiayaan. Swasta butuh dukungan pembiayaan dari lembaga keuangan agar pembangunan dapat terealisasi.

"Pak Menko saya kira kita harus juga menuju, mengarah kesana. Seperti peningkatan penyertaan langsung dari lembaga pengelola dana pensiun misalnya, atau dari asuransi, dan setelah itu juga harus dipastikan bahwa investasi itu berjalan dengan baik," jelasnya. (mkl/hns)