Namun demikian, saat ini kemampuan SDM Indonesia di peringkat dunia masih berada di level menengah dan berada di bawah rata-rata negara di ASEAN. Sedangkan persaingan saat ini sudah mencapai pada kompetisi dunia, bukan lagi di dalam negeri.
"Ini challenge yang harus kita dapat overcome, bagaimana mencetak SDM kita menjadi andal dan betul-betul menjadi aset utama bangsa Indonesia," katanya saat membuka acara Indonesia Human Capital Summit (IHCS) 2016 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (27/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ingin menekankan BUMN harus bisa meningkatkan kemampuannya dalam mencetak SDM yang andal. Sekarang saya mendorong betul bagaimana satu BUMN bisa bersinergi di segala lini. Tapi yang paling utama bisa meningkatkan nilai perusahaan, memperkuat usahanya, tapi juga bisa menjadi agen pembangunan," tutur dia.
Selain itu, ia juga menginginkan agar masyarakat Indonesia mau terus belajar untuk meningkatkan kemampuan dirinya. Dengan peradaban dunia yang terus menerus bergerak maju, manusia Indonesia harus bisa memacu rasa ingin tahunya untuk terus belajar.
"Yang paling saya tekankan adalah curiosity-nya untuk tahu bahwa dunia itu sudah berubah. Saya ingin tekankan betul, dalam bekerja kita harus bisa terus belajar dan belajar," jelasnya.
"Sebagai aset yang tertinggi di perusahaan, bila bisa memperkaya diri, manusia bisa menjadi kaya. Ini harus terus ditekankan, bahwa sebagai manusia yang diberi otak yang tajam, kita punya tanggung jawab kepada masyarakat dan Tuhan," pungkasnya.
Ajang IHCS 2016 ini sendiri sengaja digelar di bulan Oktober, karena bersamaan dengan perayaan Hari Sumpah Pemuda. Momen ini diharapkan bisa mengingatkan para generasi muda untuk bersatu dan berkarya demi kemajuan bangsa. Jika ingin membangun ekonomi berbasis manusia, dibutuhkan SDM yang memiliki produtivitas dan inovasi yang tinggi. (ang/ang)











































