Follow detikFinance
Kamis 27 Oct 2016, 12:12 WIB

Pasca Divonis Kartel oleh KPPU, 12 Perusahaan Ayam Kehilangan Kepercayaan

Muhammad Idris - detikFinance
Pasca Divonis Kartel oleh KPPU, 12 Perusahaan Ayam Kehilangan Kepercayaan Foto: Muhammad Idris-detikFinance
Jakarta - Sebanyak 12 perusahaan pengolahan daging ayam ditetapkan bersalah oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Mereka dianggap sengaja melakukan afkir dini atau pemusnahan 2 juta induk ayam (Parent Stock/PS) untuk mengendalikan harga dan pasokan ayam di pasar.

Seluruh perusahaan dianggap bersalah dan langsung dijatuhi hukuman. Dua di antaranya mendapat hukuman denda paling besar yakni mencapai Rp 25 miliar per perusahaan.

Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Krissantono, mengungkapkan putusan bersalah atas tuduhan kartel tersebut membuat efek berantai yang merugikan bisnis ke-12 perusahaan tersebut, yakni kehilangan kepercayaan.

"Angka-angka (denda) itu memang besar, kalau dipaksa bayar ya kita bisa bayar. Masalahnya bukan kita bisa atau tidak bayar, tapi dampak dari hukuman itu, yakni kehilangan trust (kepercayaan)," ujar Krissantono di acara diskusi 'Kartelisasi Unggas' di Restoran Pulau Dua, Jakarta, Kamis (27/10/2016).

"Padahal di bisnis, trust ini nomor satu. Kalau kehilangan trust, itu seperti menegakkan benang basah. Susah sekali dikembalikan," tambahnya.

Krissantono mengungkapkan, pihaknya juga mempertanyakan struktur persidangan yang digelar KPPU, lantaran lembaga tersebut merangkap sebagai pelapor, penyidik, penuntut, dan pengadil yang menetapkan putusan sekaligus.

"Kita orang ayam nggak tahu hukum, tapi kok kita merasa aneh. Nggak seperti peradilan pada umumnya seperti pengadilan. Kalau KPK saja punya Tipikor, 3 fungsi penyidikan, penuntutan, dan pemutus jadi satu," ungkap dia. (hns/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed