Realisasi investasi tersebut, disumbang oleh realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 55,6 triliun dan realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 99,7 triliun.
Dari realisasi Investasi PMA tersebut, terdapat 5 tempat yang paling banyak menyerap investasi asing. Yang pertama adalah Jawa Barat sebesar US$ 1,56 miliar. Kemudian disusul Jawa Timur US$ 644 juta, DKI Jakarta US$ 643 juta. Lalu Banten US$ 613 juta dan di posisi ke-5 Kalimantan Timur US$ 586 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan, sektor yang paling diminati adalah industri logam dasar, barang logam dan elektronik sebanyak 350 proyek dengan nilai investasi sebesar US$ 1,23 miliar. Kemudian disusul sektor pertambangan sebanyak 277 proyek senilai US$ 730 juta.
Di posisi ke-tiga ada sektor pangan dan perkebunan sebanyak 186 proyek dengan nilai US$ 694 juta, dan terakhir industri alat angkutan dan transportasi senilai Rp 684 juta dengan proyek sebanyak 163.
"Apabila digabung maka terlihat industri memberikan kontribusi sebesar US$ 3,8 miliar atau 51,0% dari total PMA," ungkap Azhar.
Untuk PMDN, Azhar mengatakan, wilayah yang paling banyak diminati adalah Jawa Timur dengan total investasi Rp 14 triliun. Kemudian Jawa Barat Rp 7,36 triliun, Banten Rp 7,05 triliun, DKI Jakarta Rp 3,81 triliun dan Sumatera Selatan Rp 3,58 triliun.
"PMDN berdasarkan sektor paling besar di bidang transportasi, gudang dan telekomunikasi Rp 12,04 triliun, industri kimia dasar dan farmasi Rp 8,1 triliun, industri makanan Rp 7,4 triliun, properti Rp 5,04 triliun dan tanaman pangan dan perkebunan Rp 4,7 triliun," terang dia. (hns/hns)











































