Harga Pembebasan Tanah Untuk Tol Cijago Sampai Rp 10 Juta/Meter Persegi

Fadhly F Rachman - detikFinance
Jumat, 28 Okt 2016 14:26 WIB
Foto: Fadhly F Rachman
Jakarta - Pengerjaan proyek jalan tol Cinere-Jagorawi (Cijago) seksi II atau ruas Bogor Raya (Jalan Raya Bogor) - Kukusan (Kampus Universitas Indonesia/UI) terus berjalan. Pekerjaan konstruksi dikerjakan paralel dengan pembebasan lahan.

Pantauan detikFinance, beberapa lahan milik warga yang bakal berubah menjadi jalan tol penghubung Cinere - Bogor tersebut juga tengah dilakukan pembongkaran.

Foto: Fadhly F Rachman

Menurut pengakuan ketua RW setempat, pembebasan lahan tanah tersebut dihargai dengan harga yang cukup tinggi. Untuk setiap meter-nya, dapat dihargai hingga Rp 10 juta.

"Sekarang untuk tanah Rp 6 juta/meter, kalau ada bangunannya Rp 4 juta/meter, jadi total bisa sampai Rp 10 juta/meter," ungkap Ketua RW 02, Kemiri Muka, Beji, Depok, Budi kepada detikFinance, Jumat (28/10/2016).

Budi mengungkapkan, kalau harga pembebasan lahan memang berbeda-beda, tergantung dari lokasi lahan itu sendiri.

Foto: Fadhly F Rachman

Menurutnya, harga pembebasan lahan yang paling mahal adalah lahan yang terletak di kawasan Margonda. Karena, kata Budi, kawasan tersebut merupakan kawasan pusat kota yang cukup strategis.

"Dulu, sekitar tahun 2010, saya punya tanah 300 meter di kawasan situ, dihargai Rp 1,8 juta/meter untuk tanah, untuk bangunannya Rp 2,5 juta/meter. Kalau dijual sekarang sudah bisa jadi miliuner saya," ceritanya.

Foto: Fadhly F Rachman

Budi mengatakan, masih ada beberapa orang yang belum melepas tanah miliknya untuk dibangun Tol Cijago tersebut. Beberapa orang, kata Budi, memang ada yang sengaja menahan lahannya.

"Iya masih ada yang sengaja belum melepas itu (lahan), belum deal mungkin sama harganya," uca Budi.

Foto: Fadhly F Rachman
(dna/dna)