Curhat Investor Korsel: Kebijakan Hanya Tertulis, Tapi di Lapangan Tak Jalan

Curhat Investor Korsel: Kebijakan Hanya Tertulis, Tapi di Lapangan Tak Jalan

Muhammad Idris - detikFinance
Senin, 31 Okt 2016 12:47 WIB
Curhat Investor Korsel: Kebijakan Hanya Tertulis, Tapi di Lapangan Tak Jalan
Foto: Muhammad Idris-detikFinance
Jakarta - Tren pertumbuhan investasi asal Korea Selatan terus meningkat. Jumlah investasi asal Negeri Gingseng ini sendiri hampir selalu menempati posisi 5 besar negara asal investasi terbesar di Indonesia.

Minister Counsellor Kedutaan Besar Korea untuk Indonesia, Kim Chang Nyun, mengungkapkan sudah banyak perbaikan yang dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), khususnya dalam perizinan dan pemangkasan birokrasi.

Namun demikian, ucap Kim, pihaknya banyak menerima keluhan dari pengusaha Korea Selatan yang masih mengalami kesulitan dalam hal perizinan investasi di lapangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di dalam kesempatan ini kami memberikan semacam masukan kepada pemerintah Indonesia. Sudah melihat upaya dari pemerintah Indonesia untuk memperbaiki iklim investasi di Indonesia dan kami mengucapkan terima kasih," ujar Kim di acara Korea Investment Forum di kantor BKPM, Jakarta, Senin (31/10/2016).

"Cuma sayangnya, kebijakan-kebijakan hanya tertulis seperti itu, tetapi di lapangan yang dihadapi oleh pengusaha sepertinya tidak berjalan dengan baik," tambah Kim.

Apalagi, sambung Kim, sudah banyak sekali investor Korea Selatan yang sudah lama menanamkan modal di Indonesia.

"Kami mohon maaf, Pemerintah Indonesia jangan cuma fokus menarik investor baru, tetapi harus menolong bagi investor yang sudah berinvestasi banyak supaya mereka berinvestasi dengan lebih mudah," jelas Kim.

Dia menuturkan, masifnya pembangunan infrastruktur dalam 2 tahun belakangan juga menjadi angin segar bagi investor asing, termasuk pengusaha Korea Selatan.

"Hari ini banyak negara berminat ke Indonesia termasuk Korea. Di dalam 5 tahun ini dari Korea sendiri ada investasi senilai US$80 miliar," pungkas. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads