Direktur Utama Perindo, Syahril Japarin mengatakan, Blackspace akan memberikan modal sepenuhnya, sedangkan Perindo akan tetap mendapatkan golden share atau pemilik saham istimewa sebanyak 20%.
Selain itu, Perindo juga akan akan memasok kapal dan alat tangkap ikan. Ini karena pihak asing dilarang masuk ke sektor perikanan tangkap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah sampaikan karena nggak boleh masuk ke tangkap, maka kapal dan alat tangkapnya kami yang sediakan," kata Syahril saat ditemui di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin (31/10/2016).
"Jadi Perindo akan jual ikan ke JV (Joint Venture). Itu kelebihannya. Benefitnya buat Perindo jadi punya captive market jual ikan ke JV nya, selain dari kita dapat golden share 20% saham dari JV nya nanti," jelas dia.
Saat ini, penyediaan kapal untuk di empat lokasi pembangunan pengolahan ikan, yaitu Lampulo di Aceh, Prigen di Pasuruan, Sendang Biru di Malang, dan Untia di Makassar.
"Bagaimana pun, kapalnya itu lebih baik kita mengaktifkan kapal-kapal yang sekarang lagi mangkrak di para nelayan. Sisanya bisa misalnya nelayan di Pantura yang dilarang berlayar, karena alat tangkapnya cantrang, kita bantu ganti. Tapi mereka harus jual ke kita. Jadi mereka bisa berlayar, kami dapat ikannya. Jadi kita nggak perlu investasi besar-besaran di kapal. Jadi semua happy," ungkap dia.
(hns/hns)











































