detikFinance mencoba membeli cangkul buatan China di sebuah toko perkakas yang terletak di Jalan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (1/11/2016). Di deretan pertokoan yang hanya berjarak selemparan batu dari Stasiun Pasar Minggu ini banyak menjual berbagai jenis perkakas, termasuk cangkul impor dari China.
Cangkul yang dibeli detikFinance memang bukan yang diimpor oleh salah satu BUMN. Namun reportase bentuk cangkul ini dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai cangkul buatan China yang beredar di pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Dana Aditiasari/detikFinance |
Jika dilihat dari penampakan luar, cangkul buatan China memiliki finishing yang baik dengan pelat cangkul yang lebih rata dengan warna cat hitam. Selain pelat, sambungan mata cangkul yang biasa dipakai untuk meletakkan gagang cangkul yang dibuat dari kayu keras juga mulus pada bagian sambungan lasnya. Meski sudah lama tersimpan di gudang, hampir tak ditemukan bagian cangkul yang berkarat.
Soal bentuk, pabrikan China membuat cangkulnya berbentuk sedikit melengkung, hal ini ditujukan agar memudahkan pengguna bisa 'menyendok' tanah mencangkul dengan garukan tanah yang terbawa lebih banyak.
Satu cangkul buatan China tersebut dijual seharga Rp 60.000 per buahnya. Ini belum termasuk dengan gagangnya yang terbuat dari kayu keras yang dibanderol seharga Rp 15.000 per buah. (ang/ang)












































Foto: Dana Aditiasari/detikFinance