Menurut salah seorang pedagang cangkul di Pasar Minggu Jakarta Selatan, Sujeni, cangkul buatan pabrikan China punya kualitas lebih bagus dibanding cangkul buatan pengrajin pandai besi lokal.
"Kalau pengalaman sih jelas cangkul China punya lebih oke. Yang lokal, kalau kena batu pas nyangkul bisa bengkok tuh besinya, kalau cangkul China kena batu bisa tahan, batunya yang hancur," ucap Sujeni kepada detikFinance ditemui di tokonya, Selasa (1/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Besinya jelas besi pabrikan yang China punya. Kalau besi yang dipakai pengrajin lokal dari besi bekas yang dilebur. Ini (cangkul lokal) makanya besinya lebih enteng, kayak dari drum-drum bekas. Pengrajinnya ada di daerah Solo," jelas Sujeni.
Menurut Sujeni, cangkul yang dijual para pedagang di Pasar Minggu tersebut berasal dari pemasok yang sama, yakni pedagang grosir di Jatinegara. Cangkul China tersebut dijual tanpa gagang seharga Rp 60.000 per buahnya, sementara untuk cangkul buatan pengrajin lokal dibanderol Rp 35.000. (ang/ang)











































