Selain Mengoplos, Mafia Beras Juga Permainkan Harga dan Pasokan

Selain Mengoplos, Mafia Beras Juga Permainkan Harga dan Pasokan

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 02 Nov 2016 18:04 WIB
Selain Mengoplos, Mafia Beras Juga Permainkan Harga dan Pasokan
Foto: Idham Kholid/detikcom
Jakarta - Pasar Induk Cipinang yang merupakan salah satu pusat pasokan beras di Ibu Kota ternyata tak bersih dari mafia. Buktinya, Penyidik Bareskrim Polri berhasil membongkar keberadaan mafia tersebut.

Mafia ini beraksi dengan mengoplos atau menyalahgunakan distribusi cadangan beras pemerintah atau beras bersubsidi di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Agung Setya, menjelaskan selain mengoplos beras, mafia ini juga melakukan berbagai kecurangan lain untuk mendapat keuntungan pribadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Disebut mafia beras kan ada, pertama mengoplos beras, kedua mempermainkan harga, ketiga mempermainkan pasokan," kata dia di acara diskusi 'Menguak Mafia Beras' di H Tower, Kuningan, Jakarta, Rabu (2/11/2016).

Keberadaan mafia beras di Cipinang ini terungkap setelah polisi menemukan gudang beras di Blok T2 Pergudangan beras induk Cipinang dan Gudang No. 35, Bulog Divre DKI Jakarta, di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pelaku didapati sedang mengoplos beras dengan cara mencampur beras bersubsidi dengan beras lokal.

"Di gudang Cipinang kami menemukan ada 56 ton oplosan beras Demak dengan beras cadangan pemerintah (Bulog). Dengan perbandingan 3 beras lokal dan 1 beras Bulog," sambung Agung.

"Setelah dioplos, beras dibungkus lagi dengan merek beras lokal, harganya Rp 11.000/kg. Padahal beras impornya hanya Rp 7.000/kg," tambahnya.

Padahal, kata dia, beras cadangan pemerintah yang dioplos tersebut, merupakan beras yang diperuntukkan untuk stabilisasi harga beras nasional, sekaligus menjaga pasokan beras dalam negeri.

"Orang-orang ini pakai beras cadangan ini digunakan untuk kondisi yang nggak semestinya," pungkas Agung. (dna/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads