Saat naik ke panggung untuk menutup acara Forum BUMN 2016, Rini membuka pidato dengan memuji Budi Karya Sumadi, mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II yang sekarang menjadi Menteri Perhubungan.
Menurut Rini, Budi Karya adalah contoh direktur utama yang sukses melakukan transformasi BUMN. Di tangan Budi, bandara-bandara yang dikelola AP II disulap menjadi bersih dan tertib.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkat prestasinya di AP II itu, Budi Karya diangkat Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi menteri. "Dulu Pak Budi anak buah saya, sekarang kolega saya, jadi saya harus hati-hati," ucapnya.
Usai berpidato, Rini memanggil Budi ke atas panggung untuk membagikan pengalamannya selama menjadi dirut BUMN.
Budi pun balik memuji Rini yang dinilainya sangat menginspirasi para pimpinan BUMN.
"Terima kasih atas apresiasi Ibu Rini. Kalau Ibu Rini mengaku cerewet, justru itu yang memotivasi kita. Kita mendengar satu dua kata dari beliau, itu selalu menginspirasi," ujarnya.
"Setelah saya jadi kolega Ibu, saya ngiri. Bagaimana caranya Ibu bisa mengumpulkan begitu banyak direksi BUMN," Budi menambahkan.
Sekarang setelah menjadi Menteri Perhubungan, Budi banyak berinteraksi dengan dirut-dirut BUMN perhubungan seperti Angkasa Pura I, Angkasa Pura II, Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III, Pelindo IV.
Budi mengajak BUMN sektor perhubungan untuk berkerja sama sehingga pembangunan infrastruktur perhubungan, misalnya bandara dan pelabuhan, bisa dikebut.
"Saya 2 bulan ini intensif dengan Pelindo dan AP, mensinergikan apa yang ada di perhubungan. Paling tidak 10 bandara ingin kita kerjasmakan dengan AP I dan II, pelabuhan dengan Pelindo supaya APBN kita bisa kita pakai untuk membangun infrastruktur yang (wilayah-wilayah Indonesia) di ujung," cetusnya.
"Sekali lagi, hidup Bu Rini!" tutup Budi sambil mengacungkan kepalan tangannya ke atas. (hns/hns)











































