Sebagai pusat pemesanan atribut pilkada, Pasar Senen, Jakarta Pusat, banyak terdapat toko-toko konveksi dan bordir yang menerima pesanan atribut Pilkada. Pesanan atribut Pilkada tersebut datang dari seluruh wilayah di Indonesia.
"Pasar Senen sudah terkenal sebagai pusat pemesanan atribut Pilkada. Jadi bukan dari Jakarta doang, seluruh Indonesia kalau ada pemilihan, pesan ke sini (Pasar Senen)," ungkap salah seorang pelaku bisnis konveksi di Pasar Senen, Rudi, (5/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya tapi enggak semua toko merasakan pesanan dari semua daerah. Contohnya saya, saya paling banyak dapat pesanan dari Jakarta dan Kalimantan biasanya. Nanti toko yang lain dapat pesanan misalnya dari Lampung, toko yang lain lagi dapet pesanan dari daerah lainnya juga, seperti itu," terang Rudi.
Rudi mengatakan, biasanya pemesan adalah dari tim partai politik dan para simpatisan partai maupun simpatisa calon kepala daerah.
"Kebanyakan yang mesan langsung dari partai sama simpatisan. Mereka paling banyak pesan kaos, itu sekali pesan bisa puluhan ribu," kata Rudi.
Sama dengan Rudi, Edward yang juga pelaku usaha konveksi di Pasar Senen mengatakan kalau pesanan atribut Pilkada tidak hanya datang dari Jakarta, namun berbagai wilayah.
"Iya (tidak hanya Jakarta), seluruh Indonesia masuknya ke sini. Karena memang pusatnya di sini. Orang-orang sudah tahu, Jadi kita hanya tinggal menunggu pesanan," ungkap Edward.
Biasanya, Edward mengatakan, toko mendapatkan pesanan dari Jakarta dan Jawa Tengah.
"Iya kebanyakan dari Jakarta sama Jawa Tengah. Sekali pesan bisa puluhan ribu, jadi kita bisa dapat ratusan juta sekali pesan. Yang pesan itu kebanyakan dari tim sukses sama partainya," tuturnya.
Pesanan Sampai Ratusan Ribu Unit
Salah seorang pemilik toko di kawasan tersebut, Fairun mengatakan, pernah mendapatkan pemesanan dari jumlah besar suatu partai politik.
"Kita pernah dapat pesanan dari salah satu partai, itu jumlah pesanannya sampai ratusan ribu unit," ungkap Fairun saat berbincang dengan detikFinance di tokonya.
Dirinya mengatakan, jumlah penjualan atribut sebanyak itu terjadi pada saat pemilu Presiden (Pilpres) pada tahun 2014 lalu. Dengan jumlah penjualan sebanyak itu, Fairun mengatakan mendapatkan omzet hingga Rp 1 miliar.
"Itu hanya dari Golkar saja. Jadi dari partainya pesan ke sini, untuk seluruh Indonesia sepertinya. Para simpatisan juga datang beli di sini. Enggak tau kenapa, tapi saat itu yang paling ramai Golkar. Tapi kalau sekarang tidak menentu, biasa siapa saja," terangnya.
Saat itu, kata Fairun, pesanan yang diterima paling banyak dalam bentuk kaos.
"Dari partai sama simpatisan (Golkar) paling banyak pesan kaos. Karena itu kan untuk dibagikan ke seluruh wilayah Indonesia. Tapi itu tahun 2014 lalu saat Pilpres," tutur Fairun.
Untuk saat ini, lanjut Fairus, penjualan atribut pemilu masih dalam kondisi sepi. Pembelian juga hanya kebanyakan berasal dari simpatisan.
"Kalau sekarang tidak menentu, masih sepi. Tapi rata-rata banyaknya kaos, itu juga hanya dari simpatisan. Biasanya bakal ramai kalau sudah mendekati pemilihan," pungkas Fairun. (ang/ang)











































