Dampak Kenaikan BBM Terhadap Inflasi di Atas 1%

Dampak Kenaikan BBM Terhadap Inflasi di Atas 1%

- detikFinance
Senin, 04 Apr 2005 12:27 WIB
Jakarta - Laju inflasi yang diakibatkan kenaikan harga BBM dipastikan di atas 1 persen. Pasalnya pada Maret 2005 saja inflasi tercatat 1,91 persen. Namun dampak kenaikan BBM terhadap inflasi masih harus ditunggu selama 2-3 bulan mendatang."Kalau inflasi pada Maret saja sudah 1,91 persen maka dipastikan dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi di atas 1 persen padahal pemerintah awalnya memperkirakan dampaknya hanya 1 persen," kata Direktur INDEF Iman Sugema kepada detikcom di Jakarta, Senin (4/4/2005).Menurut Iman Sugema, jika dilihat pada bulan Maret lalu sejumlah komoditi belum mengalami kenaikan harga seperti bus sekolah, bus antarkota-antarpropinsi, pelayaran laut dan lainnya. "Jadi bisa saja nanti pada April masih akan tinggi inflasinya," tegas Iman.Dengan melihat kondisi tersebut, Iman Sugema memprediksikan target inflasi yang dicantumkan dalam APBN-P 2005 sebesar 7 persen akan sulit tercapai. "Yah kalau saya mungkin inflasi bisa mencapai 8 persen lebih. Itu yang lebih realistis. Tapi tentunya kita masih perlu melihat dampak kenaikan BBM terhadap inflasi ini pada 2-3 bukan ke depan," terangnya.Seperti diketahui, pemerintah dalam APBN-P 2005 memasang target inflasi 7 persen atau naik dari target APBN 2005 yang hanya 6,5 persen. Sedangkan asumsi harga minyak masih dipatok di harga US$ 35 per barel, nilai tukar rupiah Rp 8.900 per US$ 1 atau naik dari asumsi awal yang dipatok di Rp 8.600 per US$ 1, suku bunga SBI dipatok naik menjadi kisaran 8 persen dengan tingkat pertumbuhan ekonomi 5,5 persen.Bank Indonesia sendiri telah melakukan suatu simulasi yang menyebutkan akibat kenaikan harga BBM sekitar 30 persen akan memberikan dampak langsung pada inflasi sebesar 0,6 persen dan dampak tidak langsungnya sebesar 1,08 persen. Bank Indonesia juga masih optimis bahwa laju inflasi masih akan mampu dikendalikan pada kisaran yang ditetapkan pemerintah yakni 6 persen plus-minus 1 persen. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads