KKP Gandeng Asosiasi Kembangkan Budidaya Rumput Laut di RI

KKP Gandeng Asosiasi Kembangkan Budidaya Rumput Laut di RI

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Senin, 07 Nov 2016 17:27 WIB
KKP Gandeng Asosiasi Kembangkan Budidaya Rumput Laut di RI
Ilustrasi Foto: Dok. Kodam Pattimura
Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Ditjen Perikanan Budidaya menggandeng sejumlah asosiasi untuk merevitalisasi Keramba Jaring Apung (KJA). Revitalisasi KJA dilakukan salah satunya untuk meningkatkan produktivitas rumput laut di Indonesia.

Ditjen Perikanan Budidaya menggandeng dua asosiasi dan satu lembaga penelitian, antara lain Himpunan Pembudidaya Ikan Laut Indonesia (Hipilindo), Himpunan Keramba Jaring Apung Indonesia (Hipkerindo), dan SEAMEO Biotrop sebagai lembaga peneliti. Kedua asosiasi siap untuk mengelola KJA yang tiak produktif.

Selain itu, Perum Perikanan Indonesia (Perindo) juga ikut menjadi bagian dari revitalisasi KJA di Indonesia. Sedikitnya ada 15.582 KJA yang tersebar di seluruh Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terima kasih kerja samanya karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Biotrop kita sudah kerja sama beberapa tahun lalu dalam menyiapkan kultur jaringan rumput laut," jelas Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto saat jumpa pers di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Senin (7/11/2016).

Dengan menggunakan KJA, produktivitas rumput laut bisa mencapai 48 ton per hektarnya. Sedangkan jika menggunakan keramba biasa hanya bisa menghasilkan 4 ton. Pembuatan KJA juga bisa untuk melakukan budidaya ikan kerapu dan ikan kakap.

"Satu hektar aja dalam satu bulan bisa hasilkan 40-48 ton, sedangkan kalau yang sistem biasa itu satu hektar cuma 2-4 ton. Selain itu juga bisa digunakan untuk kakap dan kerapu," kata Slamet. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads