Pembangunan Infrastruktur RI Butuh Rp 5.000 T

Pembangunan Infrastruktur RI Butuh Rp 5.000 T

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Selasa, 08 Nov 2016 15:18 WIB
Pembangunan Infrastruktur RI Butuh Rp 5.000 T
Foto: Maikel Jefriando
Jakarta - Pertumbuhan ekonomi yang tergolong tinggi, rasio utang yang relatif rendah dan peringkat kemudahan berbisnis yang terus membaik menjadi daya pikat tersendiri bagi investor asing yang mau menanamkan dananya di Indonesia.

Bagi investor yang tertarik berinvestasi, saat ini pemerintah membuka peluang besar agar para investor bisa berpartisipasi dalam berbagai proyek pembangunan infrastruktur.

Karena, kebutuhan dana pembangunan infrastruktur sangat besar dan tak mungkin seluruhnya ditanggung APBN.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apakah penggunaan APBN cukup? Tentu saja tidak. Ada perkiraan bahwa kita membutuhkan hampir Rp 5.000 triliun untuk bangun infrastruktur," kata dia dalam ASEAN G2B Infrastructure Investment Forum 2016 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (8/11/2016).

Sri pun mengatakan, investor tak perlu khawatir bila menanamkan dananya di Indonesia. Karena dalam kurun waktu 10 tahun terakhir atau dekade terakhir, Indonesia menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan, mencapai 5,7%.

"Indonesia, selama satu dekade, pertumbuhan ekonominya cukup baik 5,7%. Ini bukan hanya karena kebijakan moneter dan fiskal, tapi reformasi struktural yang kita lakukan," kata Sri.

Bukan hanya tingkat pertumbuhan ekonomi yang tergolong tinggi, positifnya iklim investasi di Indonesia turut disumbang dari rasio utang pemerintah yang masih tergolong rendah.

"Rasio utang terhadap PDB (pendapatan domestik bruto) sekitar 27%. Masih rendah dibanding negara-negara di dunia," tandas dia. (dna/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads