IIW adalah gabungan dari acara pameran, konferensi, dan seminar terkini mengenai infrastruktur Indonesia. Berbagai proyek pembangunan infrastruktur yang sedang dan akan dibangun akan ditampilkan dalam Indonesia Infrastructure Week 2016.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo yang hadir pada pukul 10.13 WIB. Acara pembukaan ini juga turut dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudyantara, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, dan Ketua Kadin Rosan P Roeslani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"APBN kita tidak cukup. Lima tahun Rp 5.500 triliun. Artinya ada kekurangan hampir 75%. Siapa yang mengisi? Swasta," kata Jokowi.
Foto: Eduardo Simorangkir |
Usai membuka IIW 2015, Presiden Jokowi meninjau booth pameran yang ada pada gelaran ini, didampingi oleh Basuki, Rudiantara, Rosan, dan Wakil Ketua Umum Kadin bidang konstruksi dan infrastruktur, Erwin Aksa.
Seperti diketahui, total anggaran untuk infrastruktur Indonesia hingga 2019 mendatang mencakup Rp 5.500 triliun. Angka ini terbilang fantastis lantaran akan dibangun sejumlah mega proyek seperti proyek listrik 35.000 MW, lebih dari 1.000 km jalan tol, bandara, hingga pelabuhan. Infrastruktur sendiri menjadi salah satu pendorong peringkat daya saing Indonesia di tingkat dunia.
Dari jumlah tersebut, pemerintah membuka peluang untuk swasta masuk, mengingat pendanaan pemerintah lewat APBN dan BUMN tidak bisa melaksanakan semuanya. Dengan meningkatnya investasi swasta di Indonesia terutama dalam sektor infrastruktur, tentunya rencana pembangunan proyek-proyek infrastruktur dapat segera dilaksanakan dan diselesaikan.
Foto: Eduardo Simorangkir |
Kemarin, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyampaikan seiring dengan berkembangnya teknologi, infrastruktur pun terus berkembang. Oleh karena itu, permintaan akan infrastruktur pun tidak akan pernah habis, dan kini menjadi bisnis yang menarik bagi para investor.
"Infrastruktur itu sesuatu yang terus menerus dibicarakan, karena perkembangan penduduk, teknologi. Negara apapun akan seperti ini, negara maju, negara tidak maju. Kebutuhan infrastruktur semua negara adalah suatu yang dinamis dan tidak pernah berhenti. Ini bisnis menarik untuk siapa saja," ujar JK dalam pidatonya saat membuka ASEAN G2B Infrastructure Investment Forum 2016 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (8/11/2016). (ang/ang)












































Foto: Eduardo Simorangkir
Foto: Eduardo Simorangkir