Hal itu membuat pasar saham dunia merah. IHSG pun anjlok hingga 2,06% di sesi I penutupan bursa.
Investor mulai mencari alternatif instrumen investasi yang lebih aman atau safe haven. Emas rupanya menjadi pilihan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau Trump menang, bisa saja terjadi perang, dolar AS turun, logam mulia akan naik, sebagai safe haven, kenapa emas? Karena emas nggak ada matinya," ujar Analis First Asia Capital David Sutyanto kepada detikFinance, Rabu (9/11/2016).
Dia menjelaskan, emas dinilai sebagai salah satu instrumen investasi yang paling aman di tengah fluktuasi pasar keuangan.
"Komoditas safe haven seperti emas akan naik ya," kata dia.
Mengutip CNBC, Selasa (9/11/2016), harga emas di pasar spot naik hingga 4,09% atau setara 52,14 poin ke level US$ 1.327,4 per ounce.
Harga emas atau logam mulia milik Aneka Tambang (Antam) pun naik. Hari ini, emas Antam dipatok di Rp 610.000/gram dari posisi kemarin di Rp 603.000/gram. (drk/dna)











































