Darmin: Pertumbuhan Ekonomi RI Hanya 5%, Tapi Kualitas Baik

Darmin: Pertumbuhan Ekonomi RI Hanya 5%, Tapi Kualitas Baik

Muhammad Idris - detikFinance
Kamis, 10 Nov 2016 14:42 WIB
Darmin: Pertumbuhan Ekonomi RI Hanya 5%, Tapi Kualitas Baik
Foto: Muhammad Idris-detikFinance
Jakarta - Di tengah melambatnya ekonomi global, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih mencatatkan angka 4,7%. Sementara untuk tahun 2016, asumsi pemerintah atas pertumbuhan ekonomi yang bisa direalisasikan sebesar 5,2%.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menjelaskan, meski secara pertumbuhan ekonomi year on year (yoy) di tahun-tahun sebelumnya lebih rendah, namun kualitas pertumbuhan 2 tahun belakangan bisa dibilang lebih berkualitas.

"Walau pertumbuhannya hanya 5%, tapi kualitasnya baik. Itu nggak mudah, kualitas pertumbuhan adalah barang yang lebih sulit dicapai dibandingkan pertumbuhan ekonomi itu sendiri, sesuatu yang jarang terjadi," ucap Darmin di acara Outlook Ekonomi Indonesia 2017 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (10/11/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Darmin menilai, kualitas pertumbuhan ekonomi yang baik ini bisa diukur dari 3 indikator yakni tingkat pengangguran, tingkat kemiskinan, dan gini rasio di mana ketiganya bisa diturunkan.

"Ketiganya akhir-akhir ini membaik, sesuatu yang jarang terjadi. China saja pertumbuhan ekonomi selalu tinggi, tapi gininya nggak membaik. Karena selalu ada kesenjangan antara pendapatan besar dengan distribusi pendapatannya," jelasnya.

Diungkapkannya, dari data Badan Pusat Statistik (BPS), angka gini rasio pada Maret 2016 berada di level 0,398, turun dari September 2015 sebesar 0,402 dan Maret 2015 sebesar 0,408.

Sementara angka kemiskinan pada Maret 2016 sebesar 10,86%, turun dari perhitungan di September 2015 dan Maret 2015 yang masing-masing 11,13% dan 11,22%. Untuk tingkat pengangguran pun menurun yakni dihitung dari Agustus 2016 sebesar 5,61% dibanding Agustus 2015 sebesar 6,18%.

Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini menuturkan, kualitas pertumbuhan ekonomi yang menurutnya lebih baik tersebut tak lepas dari masifnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah.

Dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), pemerintah membangun 225 proyek yang meliputi 46 proyek (Rp 31 triliun) di Sumatera, 24 proyek (Rp 38 triliun) di Kalimantan, 28 proyek (Rp 14 triliun) di Sulawesi, 13 proyek (Rp 4,8 triliun) di Papua, 89 proyek (Rp 77,8 triliun) di Jawa, serta 16 proyek (Rp 0,9 triliun) di Bali dan Nusa Tenggara.

"Termasuk juga proyek lintas region 9 proyek yakni Palapa Ring, dan 1 program listrik (35.000 MW) dengan nilai Rp 127 triliun," terang Darmin. (drk/drk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads