RI Ajukan Dana US$ 148 Ribu ke APEC Guna Didik Calon Pengusaha
Senin, 04 Apr 2005 17:06 WIB
Jakarta -
Indonesia ajukan dana US$ 148.600 kepada APEC (Asia Pacific Economic Cooperation) sebagai dana training dan konseling berusaha untuk mendorong ketersediaan pengusaha agar lebih mengeliatkan ekonomi pasca tsunami di NAD-Sumut yang menyebabkan banyak hilangnya para pengusaha.Demikian dikatakan Asisten Deputi urusan penelitian Sumberdaya Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta saat jumpa pers dikantornya, JL MT Haryono, Jakarta, Senin (4/4/2005).Keputusan mendapatkan dana itu ataukah tidak akan ditentukan pada 21 April mendatang. Working group saat ini sudah menyetujui tinggal bujet dari APEC karena harus berebut dana dengan proyek lain.Tradisi di APEC menggunakan tender dan biasanya pelatih training dan konselingnya berasal dari perusahaan yang diakui secara internasional. Selain dari APEC dana untuk proyek itu juga berasal dari beberapa donor yang melalui LSM bukan berasal dari pemerintahnya.Dalam konferensi APEC mendatang Indonesia akan mengusulkan lembaga pembiayaan mikro sebagai proyek APEC. Rencananya akan diseminarkan di Bali.Sementara itu Deputi Menteri Bidang Pengkajian Sumberdaya UKM dan Koperasi Noer Soetrisno mengatakan sebagian besar usaha tercipta karena reaksi pasar dimana tingkat keguguran tinggi. Berbeda halnya dengan usaha yang dipersiapkan melalui inkubator yang dirancang untuk menumbuhkan pengusaha baru berbasis iptek. Oleh karenanya UKM diharapkan memperkuat diri dari aspek teknologi informasi dan pasar.Dijelaskannya saat ini jumlah inkubator sebanyak 56 yang tersebar di seluruh Indonesia sejak tahun 1994. Namun inkubantor tersebut banyak yang kembang-kembis. "Seharusnya untuk menumbuhkan inkubator dibutuhkan kebijakan pemerintah yang merangsang, penyediaan tempat lembaga, diberi insentif namun tidak tergantung, kerjasama antara pemerintah, pendidikan dan dunia usaha, pengusaha besar swasta menjadi bapak angkat," ujarnya.Menurutnya saat ini diperlukan inkubator spesialisasi bukan yang serba usaha. Untuk Indonesia idealnya butuh inkubator sebanyak 300, seperti halnya di Koreaa yang terdapat 351 inkubator. Selama ini di Indonesia yang menonjol ada di tiga sektor yakni Agro, teknologi industri dan IT. Usaha yang berhasil ditumbuhkan lewat inkubator diantaranya adalah Agro IPB dan ITS Chemical Industry.
(san/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































