RI Pamerkan Produk Kuliner Hingga Mebel di India

ADVERTISEMENT

Laporan dari Mumbai

RI Pamerkan Produk Kuliner Hingga Mebel di India

Maikel Jefriando - detikFinance
Jumat, 11 Nov 2016 14:25 WIB
Foto: Maikel Jefriando-detikFinance
Mumbai - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Mumbai, India, menyelenggarakan Expo Indonesia 2016 bertajuk Explore Indonesian Trade Tourism and Investment Opportunities. Ada puluhan perusahaan Indonesia yang mempromosikan produknya kepada masyarakat India.

"Kita hadirkan di sini, mulai dari food, furnitur, fesyen," kata Saut Siringoringo, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Mumbai, dalam sambutannya, di Expo Centre WTC, Mumbai, India, Jumat (11/11/2016).
Explore Indonesian Tourism and Investment di Mumbai, IndiaFoto: Maikel Jefriando-detikFinance
Explore Indonesian Tourism and Investment di Mumbai, India

Acara ini berlangsung selama dua hari. Berbagai kegiatan diselenggarakan seperti seminar dengan mengangkat tema perdagangan, pariwisata dan investasi. Kemudian pameran dari perusahaan Indonesia.

Beberapa perusahaan yang terlibat adalah Kapal Api, Timberteak, Batik Papringan, Garuda Indonesia, Inbisco, Gajah Sungging Carving, LH Travels, Bunga Kembang Enterprises, Glowbrite Trading Timber World dan yang lainnya.

Saut menjelaskan, India adalah pasar yang besar. Jumlah penduduk mencapai 1,2 miliar dengan pendapatan per kapita yang cukup tinggi. Banyak negara yang tertarik untuk masuk dalam area bisnis India.
Explore Indonesian Tourism and Investment di Mumbai, IndiaFoto: Maikel Jefriando-detikFinance
Explore Indonesian Tourism and Investment di Mumbai, India

Seharusnya, pengusaha Indonesia ikut menggarap pasar India. "Kita kelihatanya masih kurang untuk melihat ke sini," imbuhnya.

Perdagangan India-Indonesia tahun lalu mencapai US$ 16 miliar. Indonesia masih surplus, dengan realisasi US$ 9 miliar. Namun perdagangan tersebut paling besar disumbang oleh komoditas Crude Palm Oil (CPO) dan batu bara. Sementara produk manufaktur cenderung kecil.

"Kita harus diversifikasi terus, kejar terus supaya meluas perdagangan antar kedua negara. Jangan sampai suatu saat begitu teralu ketergantungan dengan dua komoditas itu, habislah sudah. Padahal peluang sangat tinggi," paparnya.

Lewat expo Indonesia 2016, KJRI menginginkan agar masyarakat India lebih mengenal produk Indonesia yang berkualitas. Dengan begitu ekspor produk manufaktur ke depan lebih ditingkatkan, meninggalkan volume ekspor sumber daya alam.

"Bagaimana hubungan seperti ini bisa membuat lebih mengenal produk kita, terutama dari sisi kualitasnya," kata Saut.
Explore Indonesian Tourism and Investment di Mumbai, IndiaFoto: Maikel Jefriando-detikFinance
Explore Indonesian Tourism and Investment di Mumbai, India

Di samping itu diharapkan ada kerja sama yang terjalin antara kalangan dunia usaha. Tidak hanya penjualan barang, namun juga investasi. Pada sisi pariwisata, Saut menuturkan bahwa masyarakat India sangat tertarik untuk datang ke Indonesia.

"Karena turisnya juga gila. Bulan Juni lalu jumlah turis mereka masuk ke Indonesia meningkat 68% dari 270 ribu tahun lalu. Dengan 68% itu harusnya sudah mencapai 300 ribuan lebih," jelasnya.

Tahun ini ditargetkan jumlah turis dari India adalah 350.000 orang. Saut meyakini target akan bisa dicapai. Ke depan yang perlu diharapkan adalah penerbangan langsung dari Indonesia-India oleh maskapai dalam negeri.

"Garuda juga akan buka penerbangan langsung. Rencananya bulan depan. Jakarta-Mumbai. Walaupun satu juga bagi saya sangat menjadi motor," pungkasnya. (mkl/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT