Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Guerent, mengatakan negara-negara tetap memberlakukan standar ketat terkait kelestarian lingkungan (sustainability) dalam aturan impor sawit Indonesia. Namun demikian, pihaknya sangat terbuka membantu Indonesia memenuhi standar di sana.
"Kita siap bantu untuk bagi pengalaman kami, dan yang penting dorong pemerintah Indonesia produksi palm oil yang sustainability," kata Vincent di acara Trade Cooperation Facility Uni Eropa-Indonesia di Hotel Fairmont, Jakarta, Jumat (11/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, jika digabung, pasar negara-negara Uni Eropa merupakan pasar terbesar kedua di dunia untuk produk CPO dan turunannya bagi Indonesia. Sehingga sayang jika peluang tersebut dilewatkan hanya karena masalah standar.
"Uni Eropa itu nomor 2 terbesar pasar palm oil impor dari Indonesia. Setiap tahun kita mengimpor β¬ 3,5 miliar, sangat signifikan. Kita tahu palm oil itu menyangkut juga perusahaan-perusahaan kecil dan besar, juga petani di negara ini," ujar Vincent. (dna/dna)











































