Sejumlah menteri yang hadir dalam rapat kali ini, antara lain Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brpdjonegoro, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Dirjen Perhubungan Laut Tonny Budiono, dan Dirjen Perkeretaapian Prasetyo Boeditjahjono.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai rapat menyebutkan upaya percepatan pembangunan proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya dan Pelabuhan Patimban harus dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita upayakan Patimban itu dengan pinjaman Jepang harus dilengkapi dokumen-dokumennya, Amdal. Perencanaan harus dipercepat dengan izin-izin. Pada saat dokumen selesai kita bisa cepat penyelesaiannya," tutur Budi di Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat, (11/11/2016).
Budi menambahkan, proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya kemungkinan akan didanai oleh Pemerintah Jepang dengan pinjaman berbunga rendah. Namun, pemerintah juga tidak menutup kemungkinan proyek kereta semi cepat tersebut bisa didanai sumber lain.
"Jepang mendapatkan preferensi. Syarat-syarat pembiayaan kita harapkan swasta yang ada di sana. Itu yang menjadi salah satu persyaratan," tutur Budi. (ang/ang)











































