Mendag RI Soroti Menteri Ekonomi Donald Trump

Yulida Medistiara - detikFinance
Jumat, 11 Nov 2016 16:29 WIB
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat direspons pasar dengan cukup negatif seperti rupiah yang terdepresiasi dan perdagangan saham yang melemah.

Kebijakan presiden terpilih Amerika Serikat (AS) yang baru, Donald Trump dinilai perlu diantisipasi mengenai adanya keinginan untuk menghapuskan perjanjian perdagangan bebas internasional guna memperkuat ekonomi dalam negeri AS.

Namun, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meyakini hubungan perdagangan RI dengan AS akan masih berjalan.

"Pada dasarnya, dengan Donald Trump terpilih menjadi presiden AS. Seperti disampaikan Presiden yang telah memberikan ucapan selamat, juga kita meyakini di dunia tidak mungkin ada satu negara yang berpisah dan nggak mau gabung dengan negara lain. Ini tidak mungkin dunia tidak ada keterkaitan satu sama lain," kata Enggar, di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (11/11/2016).

Ia menegaskan, Trump memiliki latar belakang sebagai pengusaha sehingga dia meyakini perdagangan ini terus berlanjut. Dia berharap kerjasama kedua pihak akan terus berjalan dengan baik.

"Kita harap hubungan kerja sama yang terjalin bisa meningkat, dan kita meyakini hubungan dagang antara satu dan lain pasti berlanjut," kata Enggar.

"Apalagi latar belakangnya pengusaha, latar belakang saya juga pengusaha, sama pula properti, tentu kita berpikir dari kaca mata usaha. Jadi kita lebih banyak tentu melihat bagaimana perkembangan berikutnya," imbuhnya.

Ia menyebut pemerintah akan menunggu siapa yang akan ditunjuk oleh Trump sebagai Menteri Ekonominya. Hal itu karena akan berpengaruh pada kebijakan perdagangan dan perekonomian pemerintah AS.

"Yang kita tunggu adalah kabinet ekonominya. Siapa yang akan duduk di Menteri Ekonominya, di situ akan kelihatan warnanya," imbuh Enggar. (dna/dna)