China Hingga Jepang Bakal Pamer Teknologi Kapal di Marintech Indonesia

China Hingga Jepang Bakal Pamer Teknologi Kapal di Marintech Indonesia

Yulida Medistiara - detikFinance
Senin, 14 Nov 2016 16:15 WIB
China Hingga Jepang Bakal Pamer Teknologi Kapal di Marintech Indonesia
Foto: Yulida Medistiara
Jakarta - Pemerintah ingin menjadikan Indonesia sebagai negara yang kuat dalam sektor maritim. Diperlukan inovasi baru di bidang teknologi perkapalan dan peralatan di sektor maritim yang andal untuk mencapai tuuan tersebut.

Berkenaan dengan itu, akan digelar pameran maritim berskala internasional atau Marintec Indonesia 2016 yang dimotori oleh PT UBM Pameran Niaga Indonesia.

Pameran ini merupakan ajang pertemuan antara pelaku bisnis di Indonesia dan Internasional untuk saling menawarkan produk, jasa, dan teknologi terkini di sektor maritim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pameran tersebut yang akan digelar di Jiexpo Kemayoran, pada 23-25 November 2016 tersebut diikuti beberapa negara seperti Portugal, Singapura, China, Indonesia, Amerika Serikat, Korea, Denmark, Jepang, Panama, Belgia, Inggris, Rusia, Belanda, Italia, dan Taiwan. Pameran ini mengusung pertukaran informasi antar pelaku industri terkait teknologi terkini di bidang kemaritiman.

"Tahun ini diikuti 128 peserta dari 12 negara, mereka juga ada pavilion khusus dari beberapa negara dari China, Indonesia, Jepang, Singapura," ujar Presiden Direktur PT UMB Pameran Niaga Indonesia, Christopher Eve, di Hotel Century Park, Jakarta Selatan, Senin (14/11/2016).

Eve mengatakan, Indonesia memiliki sejarah sebagai poros maritim yang berdaulat, mandiri, dan berjati diri dengan penguasaan serta pengelolaan yang andal.

"Untuk mengembalikan Indonesia sebagai bangsa maritim yang diakui, ilmu pengetahuan dan teknologi adalah salah satu cara yang paling relevan mewujudkan hal tersebut. Marintec Indonesia memberikan standar baru dalam industri maritim Indonesia dengan pameran berkualitas dan memaksimalkan peluang berbagai pelaku industri,"ujar Eve.

Secara teknologi menurutnya tidak ada perubahan signifikan, tetapi soal keamanan kapal dan efisiensi bahan bakar menjadi penting untuk menekan cost produksi. Menurutnya, beberapa isu ramah lingkungan juga perlu diperhatikan bagi industri maritim saat ini.

"Kapal sendiri lebih efisien dengan efisiensi bahan bakar, kapal sendiri lebih ramah lingkungan dengan tidak adanya lagi asap atau racun-racun yang ada di cat bawah kapal, dan regulasi internasional semakin ketat. Jadi teknologi kemaritimannya semakin lama semakin canggih,"ujar Eve.

Dengan demikian, dengan adanya pameran maritim ini diharapkan Indonesia dapat memiliki jaringan dan teknologi yang lebih aman dan dapat meningkatkan jumlah kapal.

"Yang ingin dicapai adalah supaya Indonesia memiliki jaringan yang lebih save, dan meningkatkan jumlah kapal, dan untuk itu harus dibuat galangan kapal di Indonesia dan membuat kapal di Indonesia dan ekspor ke luar negeri, dan membawa kargo dari negara ke negara misal dari Eropa ke AS," ujar Eve.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pelayaran Nasional Johnson W Sutjipto mengatakan sebagai negara maritim, Indonesia bercita-cita sebagai poros maritim dunia yang tangguh. Dia berharap dengan pertukaran ilmu tersebut berkontribusi untuk peningkatan industri maritim nasional.

"Pemerintah bercita-cita menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia yang tangguh dan mandiri serta mensejahterakan insan maritim. Kami sebagai mitra strategis pemerintah menunjang program tersebut dengan mempersiapkan teknologi dan SDM yang berkualitas, kami berharap dapat terus berkontribusi untuk mencapai kejayaan industri maritim," ungkap Johnson. (dna/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads