Kinerja Perekonomian Indonesia Membaik
Selasa, 05 Apr 2005 00:15 WIB
Yogyakarta - Dalam waktu dua tahun terakhir ini kinerja perekonomian Indonesia mulai membaik dan menunjukkan adanya perbaikan yang cukup siginifikan. Salah satu indikator membaiknya perekonomian ditunjukkan dengan stabilnya tingkat inflasi dan suku bunga.Hal itu dikataka oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Maulana Ibrahim saat memberikan sambutan seminar "Baseline Economic Survey (BES) dan Komoditas Berorientasi Ekspor DIY di Yogyakarta, di gedung BI di Jl Senopati, Senin (4/4/2005)."Perekonomian kita dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini terus membaik dan tumbuh secara moderat seiring dengan terjaganya stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan," katanya.Menurut dia, berbagai indikator makro ekonomi dan moneter bergerak dalam kisaran yang stabil. Tren itu ditunjukkan dengan membaiknya beberapa faktor seperti tingkat inflasi, suku bunga, nilai tukar keuangan dan PDB. "Indikator-indikator itu menjadi sasaran strategis bagi kita yang berupaya melakukan pemulihan dan penguatan perekonomian nasional," katanya.Ibrahim mencontohkan dalam dua tahun terakhir orientasi bisnis perbankan telah mengarah pada upaya-upaya nyata untuk menggarap sektor Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) sebagai sektor yang menjanjikan. kredit yang disalurkan kepada UMKM tersebut telah mengarah ke sektor produktif.Menurut dia, secara keseluruhan net ekspansi kredit yang disalurkan perbankan ke sektor UMKM hingga akhir tahun 2004 mencapai Rp 72,1 triliun atau 18 persen dari total business plan tahun 2004 sebesar Rp 38,6 triliun."Sedangkan kredit bagi UMKM secara keseluruhan mencapai Rp 283 triliun atau meningkat 32,5 persen dibanding tahun sebelumnya. Pangsa kredit UMKM tersebut mencapai 50,5 persen dari total kredit perbankan (sebesar Rp 559,5 triliun) dengan kompilasi usaha mikro 45,2 persen, sektor usaha kecil sebesar 25,6 persen dan menengah sebesar 29,2 persen," demikian Ibrahim.
(mar/)











































